Berita Maritim Gorontalo

BREAKING NEWS Nelayan Gorontalo Nekat Gunakan Pukat Terlarang Demi Hasil Melimpah

Pukat tagahu dikategorikan sebagai alat tangkap yang merusak ekosistem laut. Selain itu, alat ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

|
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gorontalo. FOTO: Wawan Akuba 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Para nelayan di Gorontalo masih nekat menggunakan pukat tagahu untuk menangkap ikan kecil (nike).

Penggunaan pukat tagahu tetap digunakan meskipun alat tersebut telah dilarang oleh regulasi resmi.

Pukat tagahu dikategorikan sebagai alat tangkap yang merusak ekosistem laut. Selain itu, alat ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

Pukat tagahu bekerja dengan cara menghalang ikan-ikan di area tertentu, sehingga memudahkan nelayan untuk menangkap ikan dalam jumlah besar.

Seorang nelayan Gorontalo yang ditemui TribunGorontalo.com, Sabtu (02/3/2024) mengakui bahwa pukat tagahu masih banyak digunakan meskipun dilarang.

"Banyak yang masih pakai pukat tagahu, karena mereka ingin hasil tangkapan yang banyak," katanya kepada TribunGorontalo.com.

Alasan lain para nelayan masih menggunakan pukat tagahu adalah karena alat ini dianggap efektif untuk menangkap ikan kecil seperti nike.

Nelayan Gorontalo lainnya, mengatakan bahwa jala-jala biasa tidak cukup efektif untuk menangkap nike yang berukuran kecil dan halus.

"Pukat tagahu hanya digunakan saat musim nike dan tidak selalu," katanya.

Penggunaan pukat tagahu dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut dan membahayakan biota laut lainnya.

Selain itu, alat ini juga dapat merusak habitat laut dan membahayakan keselamatan pengguna.

Pemerintah telah melarang penggunaan pukat tagahu melalui Keputusan Menteri KKP No.18 tahun 2021.

Diharapkan para nelayan dapat mengikuti aturan ini dan beralih ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dan aman.

Adapun penggunaan tagahu disamakan dengan alat tangkap Muroami yang memang dilarang. 

Jaring kongsi atau muroami merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved