Beras Gorontalo
Penyebab Harga Beras Naik hingga Rp800 Ribu per Karung di Pasar Gorontalo
Harga beras di Gorontalo kini melonjak tinggi, terlebih menjelang bulan puasa pada bulan Maret 2024 akan datang.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Harga beras Gorontalo naik menjelang Ramadhan.
Pantauan TribunGorontalo.com, Senin (26/2/2024), sejumlah pasar harian dan mingguan rata-rata beras mengalami kenaikan signifikan.
Sebagai contoh pasar Senin Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo. Harga beras mencapai Rp16 ribu per kilogram.
Jika dihitung per karung, harganya berkisar Rp800 ribu.
Harga beras pekan lalu di pasar Sentral Gorontalo antara Rp 750-775 ribu.
Menurut Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Harga Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Dharmawaty Bokings, menjelaskan penyebab kenaikan harga beras di Gorontalo.
"Petani Gorontalo belum semua melakukan panen," ungkap Dharmawaty saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (26/2/2024).
Baca juga: BREAKING NEWS: Camat Marisa Kecelakaan usai Hadiri Peresmian Pos Polisi
Stok beras Gorontalo, kata Dharmawaty, diperkirakan cukup sampai pertengahan April 2024.
Saat ini para petani Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato baru sebagian besar melakukan panen.
"Sebagian wilayah masih berumur seminggu sehingga belum bisa panen. Karenanya belum bisa memenuhi kebutuhan dari pada masyarakat Gorontalo," jelasnya.
Pihak pemasok beras dari luar daerah khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah sering menjual beras ke Gorontalo.
Akibatnya harga beras dipatok sesuai kehendak para distributor.
"Mungkin mereka sudah bisa membaca Gorontalo belum panen, makanya mereka menentukan harga beras itu dengan harga mereka sendiri," katanya.
"Ini yang memicu naiknya harga beras di Provinsi Gorontalo," tandas Dharmawaty.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bulog-Gorontalo-saat-mengirim-bantuan-beras-ke-Kabupaten-Gorontalo-Utara.jpg)