Pemilu Gorontalo 2024

KPPS di TPS Bone Bolango tak Dibayar Meski Harus Lakukan Pemungutan Suara Ulang

Ia menegaskan KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tidak akan menerima insentif tambahan.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
TPS untuk pemungutan suara ulang (PSU) di Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (22/2/2204). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango tidak akan memberikan insentif tambahan untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua KPU Bone Bolango, Sutenty Lamuhu saat dikonfirmasi awak media di TPS 02 Poowo Barat, Kamis (22/2/2024)

Ia menegaskan KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tidak akan menerima insentif tambahan.

Baca juga: Tak Sabar Menunggu Barongsai, Warga Gorontalo Ramai-ramai ke Kelenteng di Malam Jelang Cap Go Meh

"Kalau untuk honorarium mereka itu tidak ada, karena memang masa kerja mereka itu dihitung sampai dengan 25 Februari," ungkapnya

Namun untuk biaya operasional seperti pembangunan TPS hingga konsumsi ditanggung oleh KPU Bone Bolango.

"Hal-hal lain yang mereka butuh pada saat pemungutan suara, itu disupport oleh KPU," tegasnya

Tak hanya itu, Sutenty juga menjelaskan soal penyebab terjadinya PSU di Kabupaten Bone Bolango.

Ia mengatakan PSU terjadi karena ada warga sudah sempat mencoblos. Tetapi tidak punya hak memilih di TPS tersebut.

Olehnya imbas dari kelakuan pemilih itu, empat TPS di Bone Bolango harus melakukan emungutan suara ulang.

"Di TPS 02 Poowo Barat, TPS 08 Padengo, TPS 06 dan 08 di kelurahan Pauwo," jelasnya

Sebelumnya KPPS Bone Bolango, Gorontalo berharap dapat insentif tambahan jika harus melakukan pemungutan suara ulang. 

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua KPPS 02, Kelurahan Poowo Barat, Rahmat Walangadi saat dikonfirmasi, Rabu (21/2/2024)

"Berharap itu pasti, kalau ada Alhamdulillah, kalau tidak ada juga tidak apa-apa," ungkapnya.

Menurutnya PSU ini terjadi karena memang kekeliruan dari KPPS saat dilokasi.

"Tapi mau bagaimana juga, ini kesalahan kami, maka kami harus tebus juga, ada insentif atau tidak tetap akan kami jalankan PSU ini," jelasnya

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pauwo, Andrian Moli mengatakan KPPS di kelurahannya juga berharap insentif tambahan.

"Kami belum tau dari KPU ada atau tidak, tapi kalau ada alhamdulillah," ucapnya

"Tapi kami sudah siap untuk melaksanakan PSU dan itu risiko yang harus kami jalani," tambahnya

Walaupun begitu, Adrian menjelaskan KPPS sebenarnya masih dalam masa kerja sampai tanggal 25 February 2024.

"SK mereka itu satu bulan, bukan cuman satu dua hari itu, sejak 25 Januari sampai 25 Februari 2024," jelasnya.

Harapan serupa juga di lontarkan oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tauhid Masa.

Ia menjelaskan insentif KPPS tetap diusahakan, namun untuk saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Bone Bolango.

"Kalau insentif itu ada karena masih terhitung dengan tugas terkait teman-teman KPPS yang sampai tanggal 25 ini, kalau tambahnya kita berharap ya," tuturnya

Sebanyak 1086 pemilih akan melakukan pencoblosan ulang di empat TPS Kecamatan Kabila, Bone Bolango.

Hal itu karena ada tujuh warga tidak termasuk di Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Tambahan mencoblos di TPS tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved