Kamis, 2 April 2026

Citizen Journalism

Peluncuran Buku Antologi Puisi Simpang, DR Satya Limanta: Tulis Karya Jempolan Pasti Dicari

Akademisi Petra Christian University (PCU) Surabaya, Dr Satya Limanta (kanan) saat menjadi pembahas Buku Antologi Puisi Simpang di Black Box Petra The

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Peluncuran Buku Antologi Puisi Simpang, DR Satya Limanta: Tulis Karya Jempolan Pasti Dicari
DOK Basuki
Akademisi Petra Christian University (PCU) Surabaya, Dr Satya Limanta (kanan) saat menjadi pembahas Buku Antologi Puisi Simpang di Black Box Petra Theater PCU (16/2/2024) 

Penulis : Basuki

TRIBUNGORONTALO.COM - Akademisi Petra Christian University (PCU) Surabaya, Dr Satya Limanta, mengaku girang dengan peluncuran buku Antologi Puisi Simpang di Black Box Petra Theater PCU (16/2/2024)

“Launching buku antologi karya 16 penyair Alumni Mahasiswa Kristen Universitas Negeri Malang terbitan Nisita ini justru menjadi semacam sinyal penting bahwa jantung kepenulisan tanah air masih berdetak. Mereka masih menggeliat. Harapan saya, daya kreatif ini bisa menginspirasi para penulis lain untuk terus berkarya demi menyemai lahirnya lebih banyak lagi buku-buku bermutu,” ujar Satya saat menjadi pembahas buku. 

Satya mengaminkan laporan yang pernah dirilis Kompas. Makin hari produksi buku fisik makin susut. Sepuluh tahun lalu, saat media digital belum semasif sekarang, Indonesia hanya mampu menerbitkan sekitar 20 ribu judul buku per tahun.  Yang mengenaskan, buku-buku yang mencerdaskan hanya bisa dicetak berkisar 3 ribu eksemplar.

“Meski demikian, kita jangan pesimis. Saya melihat api gairah menulis kita tetap menyala. Hanya bentuknya mungkin berbeda. Jika dulu lewat buku fisik, zaman sekarang orang lebih banyak menulis melalui media digital,” jelasnya.

Doktor Lulusan Leiden University ini mengakui, sementara ini memang profesi penulis di tanah air kurang dihargai.

“Di luar negeri beda. Di sana penulis bestselling bisa jadi miliarder. Apa yang bisa kita pelajari? Karya bagus akan dicari orang. Karena itu, pesan saya, tetaplah menghasilkan karya  bagus, bermutu dan berguna. Saya yakin, di sini pun jika kita menghasilkan karya jempolan pasti buku kita akan diburu orang,” ujarnya

Perkuat Ekosistem

buku Antologi Puisi Simpang 8888
Perwakilan penulis buku Antologi Puisi Simpang bersama perwakilan dari Petra Christian University (PCU) Surabaya dan Penerbit Nisita.

Satya mengakui ekosistem di Indonesia untuk memacu orang menulis masih lemah. Ekosistem ini harus diperkuat. Untuk menghidupkan ekosistem menulis yang sehat, ia mengusulkan agar pemerintah  memberikan insentif pajak dan jaminan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Selain itu, lembaga pendidikan bisa memberikan apresiasi khusus untuk siswa atau mahasiswa yang berhasil menulis buku.  Keluarga menurutnya, juga berperan penting.

Katanya, “Menurut saya keluarga harus lebih apresiatif melihat potensi kreatif anak. Beri dukungan anak untuk mengembangkan talenta menulis mereka. Jangan malah dihambat, misal dengan mengatakan. ‘Menulis buat apa?’. Atau, ‘Ngapain menulis? Apa menulis bisa kasih kamu makan?’ Kata-kata demikian menurut saya kurang bijak dan harus dihindarkan.”

Adhi Kristijono, kontributor buku Antologi Puisi Simpang sepakat dengan Satya. Menurutnya, bakat menulis anak harus dikembangkan sedini mungkin.

“Menulis, memiliki berjibun manfaat. Dengan menulis anak-anak belajar mengomunikasikan gagasan secara terstruktur dan sistematis. Yang tak kalah penting, menulis bisa meningkatkan keterampilan literasi mereka.”

Adhi, Kepala Sekolah SMK Tanoko Pasuruan, Jawa Timur ini menambahkan, literasi merupakan keterampilan kunci untuk masa depan.

“Seperti kita tahu, di era digital yang terus berkembang, dengan kehadiran internet, setiap hari anak diguyur informasi hampir tanpa batas. Dalam konteks inilah, anak perlu memiliki kemampuan literasi. Sebab dengan kemampuan ini, anak akan bisa memahami, menganalisis, dan akhirnya menggunakan setiap informasi secara efektif,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved