Pemilu 2024
Mahasiswa Gorontalo Pro Kontra soal Film Dirty Vote
Sejumlah mahasiswa Gorontalo turut memberikan pandangan terhadap film Dirty Vote.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah mahasiswa Gorontalo turut memberikan pandangan terhadap film Dirty Vote.
Film itu menjadi viral lantaran ditayangkan dalam masa tenang menuju Pemilu 2024.
Menanggapi hal tersebut, Rahmat Paudi Nelson, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo, menyampaikan pendapatnya.
Menurut Rahmat, film Dirty Vote semakin memperkuat asumsinya mengenai dugaan kecurangan pemilu.
Mengenai jadwal penayangannya di masa tenang, kata Rahmat, waktunya sudah pas.
"Kalau rilis pas masa kampanye, mungkin enggak akan seviral sekarang ini," ucap Rahmat kepada TribunGorontalo.com, Selasa (13/2/2024).
Penggunaan bahasa jurnalis yang ada dalam film Dirty Vote juga mendapat sorotan Rahmat.
Ia menganggap film tersebut sudah sesuai kaidah jurnalistik, yaitu berdasarkan fakta.
"Bahasa jurnalistik yang ditampilkan berdasarkan data dan fakta," imbuhnya.
Berbeda dengan Rahmat, Nadila Magfira Laode, mahasiswa Ilmu Hukum UNG, justru mempertanyakan jadwal peluncuran film Dirty Vote. Ia merasa ada kejanggalan
"Justru perlu dipertanyakan harapannya apa?" tanya Nadila.
Ia menjelaskan kalau film tersebut memperkeruh suasana panasnya Pemilu 2024.
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UNG itu menyatakan kalau sebenarnya jadwal penayangan film tersebut melanggar peraturan.
"Kalau dilihat dari dasar hukum, sebenarnya melanggar," tuturnya.
Sementara itu, Harun Halulu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo, berasumsi film Dirty Vote memuat kebenaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mahasiswa-Gorontalo-mengomentari-film-Dirty-Vote.jpg)