Human Interest Story

Cerita Suleman Ibrahim, Sukses Bangun Bisnis Jambu Kristal hingga Telur Gulung di Gorontalo

Suleman mulai bergelut di bidang bisnis sejak ia masih berstatus mahasiswa program sarjana di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

|
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Andika
Suleman Ibrahim melayani pembeli es jeruk nipis pada malam, Sbatu (11/2/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suleman Ibrahim sukses membangun tiga usaha di Gorontalo.

Suleman mulai bergelut di bidang bisnis sejak ia masih berstatus mahasiswa program sarjana di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Pria berusia 27 tahun itu awalnya menjual dagangannya melalui Facebook, WhatsApp, hingga Instagram.

Namun seiring berjalan waktu, usahanya semakin laris dan ia akhirnya bisa membuka cabang pertama dan kedua.

"Total cabang setelah selesai kuliah itu di Molosipat, dan sekitar Jalan Agusalim," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (10/02/2024).

Usaha pertama Suleman adalah jambu kristal. Eman kemudian berjualan es jeruk peras.

"Karena penjualan es jeruk peras di Gorontalo sangat sedikit," katanya.

Hingga 10 Februari 2024, baik jambu kristal maupun jeruk peras telah memiliki 3 cabang, yaitu penambahan di Kelurahan Luhu dan Kecamatan Telaga.

Melihat anak-anak yang sering jajan telur gulung, Suleman akhirnya membuat usaha telur gulung.

"Ini peminatnya difokuskan ke anak-anak," ungkapnya.

Meskipun tergolong baru, Suleman berencana membuka cabang lain yang berdekatan dengan sekolah atau tempat bermain anak-anak. 

Sejauh ini penghasilannya perbulannya bisa menghidupi keluarganya dan membayar upah empat orang karyawannya.

"Alhamdulillah sekarang bisa membuka lapangan pekerjaan satu per satu," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Inspiratif Arsa Danialsa, Pendiri Komunitas Menulis hingga Mental Health di Gorontalo

Tantangan berbisnis

Masalah dari jualan es jeruk peras adalah musim penghujan. 

"Jeruk peras itu pelengkapnya kan es, orang tidak suka kalau hujan," ungkapnya.

Dalam hal ini, Suleman mengaku sering kehabisan stok karena harga bahannya naik drastis.

Ia mengaku ada karyawan yang masih dari keluarga sendiri. Namun, ia tidak pernah 'pilih kasih' terhadap orang lain.

Selama berjualan Suleman selalu berusaha membuat karyawannya nyaman.

"Mereka itu kan yang bisa dibilang rekan kerja, saya tidak mau pakai istilah bos dan anak buah," jelasnya.

Sadar bahwa resiko setiap orang melakukan kesalahan, Eman mendampingi setiap karyawannya. 

"Untuk menanggulangi resiko itu juga, saya lakukan pendampingan sampai mereka bisa," ungkapnya.

Ia akan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk tetap memperbaiki diri.

Selain itu, ia berharap karyawannya akan membuat usaha lain agar akan banyak lapangan pekerjaan di Gorontalo.

Ia tidak akan menahan karyawan yang keluar karena mendapatkan pekerjaan yang layak.

Pria mrmiliki tinggi badan 168 cm ini berharap usahanya bisa lebih berkembang.

Selain itu, ia berniat bisa menyejahterakan karyawan atau pekerjanya.

"Saya itu punya tanggung jawab terhadap mereka (karyawan), saya ingin mereka juga bisa sejahtera," tutupnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved