Minggu, 22 Maret 2026

Pilpres 2024

Ramai Akademisi Kritik Jokowi, Puan Maharani Buka Suara: Pasti Rakyat Ingin Pesta Demokrasi Netral

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, buka suara perihal banyaknya akademisi yang ramai-ramai melayangkan kritik pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tayang:
Editor: Nandaocta
zoom-inlihat foto Ramai Akademisi Kritik Jokowi, Puan Maharani Buka Suara: Pasti Rakyat Ingin Pesta Demokrasi Netral
TribunGorontalo.com/Tangkapan layar video @puanmaharaniri
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, buka suara perihal banyaknya akademisi yang ramai-ramai melayangkan kritik pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, buka suara perihal banyaknya akademisi yang ramai-ramai melayangkan kritik pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di mana para akademisi menilai situasi demokrasi Indonesia jelang Pemilu 2024 sedang tidak baik-baik saja.

Menanggapi hal ini, Puan tak banyak memberikan komentar. Dia hanya menyatakan biar rakyat yang memberikan penilaian.

Baca juga: Momen Menarik di Debat Terakhir Capres 2024: Anies Sindir Bansos hingga Prabowo Dikuliahi Ganjar

Puan mengemukakan pandangannya itu ketika menghadiri kampanye akbar Ganjar-Mahfud di Kabupaten Wonosobo, Minggu (4/2/2024).

"Ya biarkan rakyat yang menilai," jelas wanita berusia 50 tahun itu, Minggu, dikutip dari TribunJateng.com.

Lebih lanjut, Puan mengatakan rakyat sudah pasti menginginkan pemilu dapat berjalan secara jujur, adil, dan netral.

Masyarakat akan menentukan pilihannya itu pada 14 Februari 2024 mendatang.

"Pasti rakyat menginginkan pesta demokrasi bisa berjalan dengan jujur, adil, netral, dan biarkan rakyat yang menilai."

"Rakyat yang memilih pilihannya pada 14 Februari 2024," paparnya.

Baca juga: Janji Anies Baswedan: 700 Ribu Guru Honorer Diangkat jadi PPPK

Daftar Civitas Academica Kritik Jokowi

Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kampus pertama yang menyampaikan keresahannya soal situasi perpolitikan Tanah Air.

Langkah itu kemudian disusul oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan kampus-kampus lain. Berikut daftarnya:

1. UGM 31 Januari 2024

2. UII 1 Februari 2024

3. Universitas Khairun Ternate 1 Februari 2024

4. Unand 2 Februari 2024

5. UIN Sunan Kalijaga 2 Februari 2024

6. UNHAS 2 Februari 2024

7. Universitas Lambung Mangkurat 2 Februari 2024

8. Universitas Atma Jaya 2 Februari 2024

9. UI 2 Februari 2024

10. UMY 3 Februari 2024

11. UAD 5 Februari 2024

12. Universitas Sanata Dharma 12 Februari 2024

13. APMD 6 Februari 2024

14. UNPAD 3 Februari 2024

15. Universitas Muhammadiyah Babel 2 Februari 2024

16. UIN Syarif Hidayatulah Ciputat, senin 5 Februari 2024

17. Universitas Pendidikan Indonesia 5 Februari 2024

18. UNAIR 5 Februari 2024

19. LP3ES 3 Februari 2024

20. Persatuan Gereja-gereja Indonesia 1 Februari 2024

21. UMS 5 Februari 2024

22. Universitas Janabadra Jogja 5 Februari 2024

23. Universitas Brawijaya 5 Februari 2024

24. Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia 3 Februari 2024

25. STF Driyarkara 5 Februari 2024

26. Universitas Islam Malang (Unisma) 3 Februari 2024

27. Institut Pertanian Bogor 3 Februari 2024

28. Universitas Trunojoyo Madura 7 Februari 2024

29. Universitas Negeri Jakarta 6 Februari 2024

30. Universitas Sriwijaya Palembang 4 Februari 2024

 

 

Baca juga: Kata PDIP soal Kritik Akademisi Terhadap Jokowi: Persoalan Serius, Tak Boleh Dianggap Remeh

Respons Jokowi

Di sisi lain, Presiden Jokowi telah buka suara perihal kritik yang dilayangkan oleh civitas academica kepadanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa hal itu merupakan hak yang dimiliki setiap warga negara dalam berdemokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi selepas melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (3/2/2024).

"Itu hak demokrasi yang harus kita hargai," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Sementara itu, pihak Istana melalui Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menganggap wajar pertarungan opini yang muncul jelang Pemilu 2024.

"Pertarungan opini dalam kontestasi politik adalah sesuatu yang juga wajar aja. Apalagi kaitannya dengan strategi politik partisan untuk politik elektoral," kata Ari di Kompleks Kemensetneg, Jakarta, Jumat (2/2/2024) kemarin.

Meski begitu, Ari menegaskan kritik dari akademisi kampus itu adalah kebebasan berbicara dan hak demokrasi warga negara.

Terpisah, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga memberikan tanggapan mengenai petisi dari para akademisi ini.

Menurut cawapres nomor urut 2 itu, petisi tersebut dapat menjadi salah satu masukan yang akan dijadikan bahan evaluasi.

"Kalau saya sih masukan-masukan evaluasi dari semua pihak kami terima, ya. Masukannya terima kasih," ujar Gibran di Tangerang Selatan, Sabtu.

Selebihnya, pria yang menjabat sebagai Wali Kota Solo itu enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai masalah ini.

"Tanyakan yang bersangkutan aja," sambungnya.

(Tribunnews.com/Deni/Crysnha/Taufik Ismail)(TribunJateng.com/Imah Masitoh)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Singkat Puan Maharani soal Civitas Academica Ramai-ramai Kritik Presiden Jokowi

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved