Berita Kampus
Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo Terapkan Sistem e-Skripsi, Mahasiswa Bisa Akses Via Online
Untuk menghindari limbah kertas, Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah beralih ke sistem e-skripsi.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah beralih ke sistem e-skripsi.
Hal ini disampaikan oleh Bahyudin Ismail, S Sos, Kepala Kelompok Kerja UPA Perpustakaan UNG, kalau peralihan ini dikarenakan terlalu banyak skripsi baru setiap tahunnya.
"Wisuda kan setahun tiga kali. Mahasiswa yang wisuda juga ribuan, tinggal dihitung saja berapa skripsi setiap tahunnya," kata Bahyudin kepada TribunGorontalo.com, Rabu (31/1/2024).
Walau sistemnya sudah berubah, UPA Perpustakaan UNG masih menerima skripsi fisik jika mahasiswa berkenan untuk memajang skripsinya di perpustakaan.
Skripsi fisik yang menjadi prioritas untuk diterima adalah skripsi milik wisudawan yang mendapatkan predikat kelulusan cumlaude atau terpuji pada saat wisuda kelulusan.
Kendati e-skripsi telah diberlakukan, pihak UPA Perpustakaan UNG tetap tidak membuka semua akses repository UNG kepada publik.
Bagi mahasiswa atau publik yang ingin membaca skripsi alumni tetap bisa diakses dengan berkunjung ke perpustakaan.
Di sana telah disediakan komputer untuk pengunjung yang ingin membaca e-skripsi.
Baca juga: Inovasi Motif Karawo Raih Medali Perak di Nasional, 5 Mahasiswa UNG Gorontalo Lulus Tanpa Skripsi
Sebelum mengambil kebijakan peralihan skripsi fisik ke e-skripsi, pihak UPA Perpustakaan UNG telah melakukan studi banding ke universitas-universitas lain yang telah melakukan kebijakan ini.
Bahyudin menambahkan kalau skripsi fisik yang masih tersimpan di UNG terus di jaga kualitasnya. Jika ada skripsi yang rusak maka akan dilakukan perbaikan.
Skripsi-skripsi yang ada di UPA Persputakaan UNG sering kali diserahkan ke pihak atau lembaga yang membutuhkan seperti fakultas-fakultas di UNG.
Oleh sebab itu, menurut Bahyudin, tidak ada skrispi yang berakhir menjadi limbah di perpustakaan tersebut.
"Enggak ada, karena kita akan perbaiki atau serahkan ke fakultas," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Perpustakaan-Universitas-Negeri-Gorontalo.jpg)