Selasa, 10 Maret 2026

Peristiwa Nasional

Tengok Sosok Nurhanasah, ODGJ Cantik yang Dikurung Ibunya di Kamar Sempit, Stres Gara-gara Bisu

Sosoknya viral setelah foto-fotonya beredar luas di media sosial (medsos). Banyak yang menyebutnya ODGJ cantik. 

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tengok Sosok Nurhanasah, ODGJ Cantik yang Dikurung Ibunya di Kamar Sempit, Stres Gara-gara Bisu
TribunJabar
Nurhasanah sosok ODGJ yang disebut-sebut cantik. Bertahun-tahun dikunci di ruang sempit. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sudah bertahun-tahun Nurhasanah dikurung di kamar sempit dengan satu WC di dalam. 

Diketahui, Nurhasanah merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Ciamis, Jawa Barat. 

Sosoknya viral setelah foto-fotonya beredar luas di media sosial (medsos). Banyak yang menyebutnya ODGJ cantik. 

Menurut Diah (70), Nurhasanah terpaksa harus dikunci di ruang sempit itu lantaran kerap mengamuk. Bahkan suka menyerang keluarga. 

Selain ODGJ, rupanay Nurhasanah yang kini menginjak usia 30 tahun itu juga tuna wicara alias bisu. 

Meski begitu, ibunya yang tua renta bahkan tuna netra itu, masih merawatnya dengan baik.

Dikutip dari Tribun Medan, kakak kandung Nurhasanah juga memiliki keterbatasan fisik berupa tuna netra. 

Baca juga: Profil Magfirah Puspita Vinors, Sosok Mahasiswa Gorontalo Berprestasi, Pernah Diundang Presiden RI

Namun ia menceritakan, jika Nurhasanah mengalami gangguan jiwa sejak remaja. 

"Penyebabnya itu karena dia frustasi akibat tidak dapat berbicara,” kata Maman.

Lantaran tak bisa bersosialisasi dengan lingkungannya, Nurhasanah akhirnya mengalami gangguan jiwa hingga akhirnya dikategorikan ODGJ. 

Padahal, Nurhasanah ini ini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Namun, ia harus dikurung di ruang sempit. 

Sejak dua tahun terakhir ini, pihak keluarga mengaku sudah pasrah dengan kondisi Nurhasanah.

Pasalnya, mereka tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakit kejiwaannya tersebut.

"Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari juga kami hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah serta belas kasihan dari para tetangga saja," kata Maman.

Pihak keluarga hanya berharap Nurhasanah bisa menerima pengobatan rutin dan bantuan tenaga untuk membantu aktivitasnya di rumah.

Baca juga: Profil Kasat Reskrim Pohuwato Gorontalo Iptu Faisal Ariyoga Penerima Pin Emas Kapolri

Terutama di tengah keterbatasan yang dialami ibu Diah yang tinggal berdua bersama anak bungsunya tersebut.

Kondisi keluarga Nurhasanah

Ditemui terpisah, Kepala Desa Buniseuri, Rusmana menjelaskan, kondisi keluarga Diah dan Nurhasanah ini sudah menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Buniseuri bersama Puskesmas Cipaku.

"Sudah jadi perhatian kami, pengobatan sudah pernah dilakukan ke luar daerah, dan untuk kehidupan ekonomi keluarga ini sudah dibantu melalui program bantuan pangan dan rutilahu," jelasnya.

Berdasarkan data di Desa Buniseuri, setidaknya ada 10 warganya yang menderita gangguan jiwa berat, dan 3 di antaranya terpaksa harus dikurung.

Sementara itu, berdasarkan data dari Puskesmas Cipaku mencatat ada 102 warga dari 8 desa yang mengalami gangguan jiwa, seperti yang dialami Nurhasanah.(*)

++Artikel Dioptimasi dari Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved