Kamis, 16 April 2026

PEMPROV GORONTALO

Warga Gorontalo Bisa Asah Kemampuan di BLK, Gratis!

BLK ini merupakan wadah bagi warga Gorontalo untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan keterampilannya.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Gorontalo Bisa Asah Kemampuan di BLK, Gratis!
TribunGorontalo/M Husnul Puhi
Wamenaker RI, Afriansyah Noor, saat meninjau BLK Komunitas Nurul Hidayah Asyarif di Kelurahan Dutulana’a, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/1/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Warga Gorontalo, ada kabar baik! Pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI telah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Gorontalo.

BLK ini merupakan wadah bagi warga Gorontalo untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan keterampilannya.

Wamenaker RI, Afriansyah Noor, mengatakan bahwa BLK Komunitas ini memiliki berbagai macam bidang pelatihan.

Termasuk pelatihan menjahit, fashion, komputer, hingga otomotif. Pelatihan di BLK ini gratis dan difasilitasi oleh negara.

Afriansyah Noor pun mengimbau kepada warga Gorontalo untuk memanfaatkan BLK Komunitas ini.

Menurutnya, BLK ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya sarankan kepada bupati, nanti kalau banyak sumber daya manusia yang pandai menjahit, Pemda bisa manfaatkan itu untuk membuat seragam sekolah, seragam dinas. Intinya manfaatnya itu berputar baik untuk diri sendiri maupun orang lain," ungkap Afriansyah Noor.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, juga mendukung pemanfaatan BLK Komunitas ini.

Ia berharap agar Disnakertrans Kabupaten Gorontalo dapat mengelola BLK ini dengan baik.

"Saya berharap BLK Komunitas ini, tidak hanya fasilitasnya, tapi juga instrukturnya disiapkan dengan benar, sehingga dapat dikelola dengan baik dan diajak kolaborasi dengan kita," kata Nelson Pomalingo.

Sebelumnya, Afriansyah Noor juga meninjau progres pembangunan gedung BLK Provinsi Gorontalo di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Kamis (25/1/2024).

Peninjauan ini dilakukan bersama Penjabat Gubernur Ismail Pakaya. Afriansyah menyebut, pembangunan yang sudah 66 persen ini sedikit mengalami keterlambatan, karena harusnya sudah selesai di tahun 2023.

Ia berharap, perpanjangan waktu kerja selama 50 hari mendatang, pembangunan gedung BLK dan dua ruang workshop yang terdiri dari ruang pelatihan manufaktur dan las listrik sudah dapat diselesaikan.

“Dari keterangan kontraktor, ini sudah hampir 66 persen. Mudah-mudahan segera diselesaikan dan bisa dituntaskan dalam beberapa bulan ini, karena ini termasuk terlambat,” kata Wamenaker RI.

Pembangunan yang menggunakan dana APBN itu akan dibangun lima ruang workshop.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved