Senin, 18 Mei 2026

PEMPROV GORONTALO

Kabar Gembira! 352 Warga Gorontalo Bakal Dapat Modal Usaha Rp2,5 Juta

Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) merupakan bantuan sosial yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga penerima

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kabar Gembira! 352 Warga Gorontalo Bakal Dapat Modal Usaha Rp2,5 Juta
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
BANTUAN SOSIAL -- Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli saat menyerahkan BLP3G. Ratusan warga akan menerima bantuan program UEP. 

Ringkasan Berita:
  • Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) ditujukan bagi warga miskin ekstrem di Provinsi Gorontalo yang memiliki usaha mikro, seperti pedagang gerobak atau penjual nasi kuning
  • Pada tahun 2026, sebanyak 352 orang akan menerima modal usaha sebesar Rp 2,5 juta per orang
  • Pemberian bantuan diawali dengan pengajuan proposal dan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan usaha, dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo bakal kucurkan anggaran ratusan juta melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP). 

Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) merupakan bantuan sosial yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat (KPM). Penerima UEP wajib memiliki usaha mikro dan termasuk warga miskin ekstrem. 

Per tahun 2026, ratusan warga akan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp 2,5 juta per orang.

Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menjelaskan program UEP menyasar masyarakat pada kategori desil 1 hingga 5, atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan rendah hingga menengah.

Ia mnegaskan, penerima bantuan tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan melalui proses pengajuan proposal dari masyarakat yang kemudian diverifikasi secara ketat.

"Kita lihat lalu prioritaskan mana yang memang memenuhi syarat di desil 1-5 dan mereka punya usaha," ujar Reflin kepada TribunGorontalo.com pada Jumat (10/4/2026).

Setelah proposal masuk, tim akan melakukan pengecekan langsung dilapangan untuk memastikan kelayakan penerima sekaligus keberlangsungan usaha yang dijalankan.

"Kita verifikasi apakah dia layak memenuhi desil 1-5 dan kita verifikasi lapangan dengan melihat usahanya berjalan," jelasnya.

Program UEP sendiri telah berjalan sejak tahun 2022 dan terus dilanjutkan sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat kecil.

Reflin menyebut penerima merupakan warga yang jualan khususnya pelaku usaha mikro seperti pedagang gerobak, penjual minuman, hingga penjual nasi kuning.

Pada tahun ini, jumlah masyarakat yang mengajukan proposal mencapai sekitar 500 orang. 

Namun, keterbatasan anggaran membuat hanya sebagian yang bisa difasilitasi.

"Yang memasukan sekitar 500. Tetapi anggaran kita cuma 352 orang," ungkap Reflin.

Jumlah penerima tahun ini juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 734 orang.

BANTUAN SOSIAL -- Kadis Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata saat ditemui TribunGorontalo.com Jumat (10/4/2026). Reflin mengungkap bantuan UEP dan BLP3G.
BANTUAN SOSIAL -- Kadis Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata saat ditemui TribunGorontalo.com Jumat (10/4/2026). Reflin mengungkap bantuan UEP dan BLP3G. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved