Senin, 13 April 2026

Human Interest Story

Cerita Nono Arnol, Pengemudi Bentor, Kini Jarang Dapat Penumpang

Nono Arnol (62) pengemudi Becak Motor (Bentor) pangkalan yang jarang mendapatkan penumpang karena maraknya

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Cerita Nono Arnol, Pengemudi Bentor, Kini Jarang Dapat Penumpang
TRIBUNGORONTALO/ARIANTOPANAMBANG
Nono Arnol (62) pengemudi Becak Motor di Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nono Arnol (62) pengemudi Becak Motor (Bentor) pangkalan yang jarang mendapatkan penumpang karena maraknya pengemudi bentor online

Sejak masuknya aplikasi ojek online (ojol) di Kota Gorontalo, berdampak besar pada pengemudi bentor pangkalan.

Hal itu mulai terasa sejak  2022 silam. Nono mengaku kehadiran ojol sangat berpengaruh besar pada penurunan penghasilannya.

Selama ini ayah lima orang anak itu menjadi pengemudi bentor pangkalan selalu mendapatkan penghasilan lebih dari Rp100 ribu bahkan menyentuh Rp200 ribu dalam sehari.

"Kalau sekarang susah sekali, dapat seratus saja sulit," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (26/1/2024)

Waga Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo itu menjelaskan penumpang yang berdekatan dengannya saja seringkali lebih memilih ojol.

Namun hal itu tidak membuat nono benci kepada ojol, menurutnya semua rejeki sudah diatur Allah SWT.

"Saya menyerahkan semuanya sama yang di atas, rezeki kita tidak akan tertukar," jelasnya

Ia menjelaskan tidak mengunakan aplikasi ojol karena tidak mempunyai handphone android.

"Saya juga tidak tau gunakan aplikasi begitu," ujarnya

Nono berharap para pengemudi ojol tidak mengambil orderan ditempat para pengemudi bentor pangkalan berkumpul.

ia juga meminta kepada penumpang agar sesekali menaiki Bentor pangkalan.

"Padahal ongkos perjalanan kami dengan ojol sama, bahkan lebih murah dari mereka," tuturnya 

Selain sebagai pengemudi bentor pangkalan, Nono juga seorang karyawan di tempat Wisata Kurenai.

Setiap Sabtu dan Minggu Nono bekerja di tempat itu, ia mengurusi bagian tempat bilas.

Sebelumnya Nono bekerja sebagai Nelayan, namun ia berhenti  karena ombak yang terus menjulang tinggi.

"Terus keluarga juga khawatir, ombaknya juga tinggi. Bukan hanya itu, saya berhenti karena ingin menemani anak saya ke sekolah," tandasnya
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved