Human Interest Story
Cerita Nono Arnol, Pengemudi Bentor, Kini Jarang Dapat Penumpang
Nono Arnol (62) pengemudi Becak Motor (Bentor) pangkalan yang jarang mendapatkan penumpang karena maraknya
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nono-Arnol-62-pengemudi-Becak-Motor.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nono Arnol (62) pengemudi Becak Motor (Bentor) pangkalan yang jarang mendapatkan penumpang karena maraknya pengemudi bentor online
Sejak masuknya aplikasi ojek online (ojol) di Kota Gorontalo, berdampak besar pada pengemudi bentor pangkalan.
Hal itu mulai terasa sejak 2022 silam. Nono mengaku kehadiran ojol sangat berpengaruh besar pada penurunan penghasilannya.
Selama ini ayah lima orang anak itu menjadi pengemudi bentor pangkalan selalu mendapatkan penghasilan lebih dari Rp100 ribu bahkan menyentuh Rp200 ribu dalam sehari.
"Kalau sekarang susah sekali, dapat seratus saja sulit," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (26/1/2024)
Waga Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo itu menjelaskan penumpang yang berdekatan dengannya saja seringkali lebih memilih ojol.
Namun hal itu tidak membuat nono benci kepada ojol, menurutnya semua rejeki sudah diatur Allah SWT.
"Saya menyerahkan semuanya sama yang di atas, rezeki kita tidak akan tertukar," jelasnya
Ia menjelaskan tidak mengunakan aplikasi ojol karena tidak mempunyai handphone android.
"Saya juga tidak tau gunakan aplikasi begitu," ujarnya
Nono berharap para pengemudi ojol tidak mengambil orderan ditempat para pengemudi bentor pangkalan berkumpul.
ia juga meminta kepada penumpang agar sesekali menaiki Bentor pangkalan.
"Padahal ongkos perjalanan kami dengan ojol sama, bahkan lebih murah dari mereka," tuturnya
Selain sebagai pengemudi bentor pangkalan, Nono juga seorang karyawan di tempat Wisata Kurenai.
Setiap Sabtu dan Minggu Nono bekerja di tempat itu, ia mengurusi bagian tempat bilas.
Sebelumnya Nono bekerja sebagai Nelayan, namun ia berhenti karena ombak yang terus menjulang tinggi.
"Terus keluarga juga khawatir, ombaknya juga tinggi. Bukan hanya itu, saya berhenti karena ingin menemani anak saya ke sekolah," tandasnya
| Warno Rifai Warga Hutabohu Gorontalo Berburu Jerami Padi Sejauh 23 Kilometer |
|
|---|
| Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|