Rabu, 18 Maret 2026

Pemilu 2024

Pengamat Politik Gorontalo Ungkap Alasan Pelanggaran Pemilu Kebanyakan dari Pemegang Kekuasaan

Pengamat Politik Gorontalo, Jurisman Kadji menyebut potensi pelanggaran pemilu kebanyakan terjadi pada pemegang kekuasaan.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pengamat Politik Gorontalo Ungkap Alasan Pelanggaran Pemilu Kebanyakan dari Pemegang Kekuasaan
TribunGorontalo.com
Pengamat politik Gorontalo Jurisman Kadji. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengamat Politik Gorontalo, Jurisman Kadji menyebut potensi pelanggaran pemilu kebanyakan terjadi pada pemegang kekuasaan.

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo itu mengatakan potensi pelanggaran pemilu ini lebih besar terjadi kepada mereka yang merasa memiliki sumber daya memadai.

Selain itu, mereka memiliki jejaring politik kuat terhadap simpul-simpul kekuasaan dan fungsi-fungsi politik.

"Sehingga dia mampu mengatur dan mengendalikan nya, misalnya dalam mengkonsolidasikan kekuatan penyelenggara pemerintahan. Untuk mendukung calon tertentu. Ini berbahaya," ucapnya kepada TribunGorontalo, Senin (22/1/2024)

Ia khawatir potensi seperti ini juga akan terjadi pada unsur pemerintahan paling bawah seperti kelurahan dan desa.

"Bukan pada kemampuan kepemimpinan dan kapasitasnya tetapi lebih kepada isi tasnya, tidak peduli darimana diperoleh," ujarnya.

Jurisman menjelaskan potensi pelanggaran akan selalu ada, entah itu disadari atau tidak. Namun masalahnya adalah soal komitmen yg dimiliki setiap warga negara.

Adapun pelanggaran pemilu sudah diatur oleh hukum yakni UU No 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Setidaknya ada tiga macam yaitu pelanggaran administratif, kode etik dan tindak pidana pemilu.

Menurutnya pelanggaran pemilu ini erat kaitannya dengan sejauh mana kesadaran publik dalam berdemokrasi.

"Demokrasi kan harusnya dimaknai bukan hanya sebatas Rutinitas sirkulasi kekuasaan. Lebih dari itu harusnya ini menjadi ajang bagi publik menghasilkan kualitas kepemimpinan yg lebih baik," tuturnya.

Baca juga: Inilah 42 Lokasi Kampanye Rapat Umum Pemilu 2024 di Kabupaten Gorontalo

Soal alat peraga kampanye

Tak hanya itu, alat peraga kampanye turut disoroti Mantan Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam tersebut. 

Peraga kampanye tidak teratur dan melanggar aturan menjadi keluhan warga Gorontalo.

"Apalagi nyaris tidak ada informasi bisa didapatkan dari para caleg ini selain editan wajah glowing nya.

"Publik tentu menginginkan adanya informasi kenapa harus memilih dia, apa rekam jejaknya? prestasinya apa?" ucap Jurisman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved