Peristiwa Nasional
Tabungan Rp 156 Juta dan Perhiasan Emas 50 Gram Hilang Terseret Banjir, Yani Hanya Bisa Pasrah
Saat banjir bandang datang, tembok tempat Yani menyimpan tabungannya jebol dan plastik berisi uang dan perhiasan emas itu pun hanyut terbawa arus.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yani-Maryani-49.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Yani Maryani (49), warga Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hanya bisa pasrah saat melihat tabungannya selama 24 tahun lenyap terseret banjir bandang pada Kamis (11/1/2024).
Tabungan itu berupa uang tunai Rp 156 juta dan perhiasan emas seberat 50 gram.
Semuanya tersimpan di dalam sebuah plastik yang digantungkan di tembok rumahnya.
Saat banjir bandang datang, tembok tempat Yani menyimpan tabungannya jebol dan plastik berisi uang dan perhiasan emas itu pun hanyut terbawa arus.
"Tabungan itu saya kumpulkan selama 24 tahun. Saya kerja serabutan, jual-beli, apa saja saya kerjakan untuk mengumpulkan uang itu," kata Yani saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/1/2024).
Yani mengaku sudah pasrah dengan kehilangan tabungannya itu. Dia yakin kalau masih rezeki, uang dan perhiasan emas itu akan kembali kepadanya.
"Namun, setelah dipikir kembali, kalau masih rezekinya pasti bisa ketemu, ya alhamdulillah, kalau tidak mungkin bukan rezeki. Semoga bisa mendapatkan yang lebih," kata Yani.
Bagi Yani, yang terpenting saat ini adalah seluruh anggota keluarganya selamat dalam bencana banjir bandang itu.
Yani menceritakan, saat banjir bandang datang, dia dan keluarganya sempat berusaha menyelamatkan diri.
Mereka berlari ke arah belakang rumah karena di depan air sudah sangat besar.
"Saya saat itu sudah gelap, bingung dalam hati saya kalau selamat, selamat semua, kalau tak selamat tak selamat semua," kata Yani.
Di tengah kebingungan, tiba-tiba dinding rumahnya sebelah kanan ambruk.
Yani dan keluarganya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan diri.
"Jadi kami bisa menyelamatkan diri melewati, dinding yang ambruk ini, " kata Yani.
Banjir bandang yang menerjang Kampung Lamajang Peuntas itu merendam ratusan rumah warga.
Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Sebelumnya, uang ratusan juta bersama puluhan gram emas itu disimpan Yani di dalam kamar.
Namun saat kejadian, Yani memindahkan uang ratusan juta miliknya dan perhiasan emas itu ke dalam sebuah plastik.
Kemudian dia gantungkan plastik berisi tabungannya selama 24 tahun itu di tembok rumahnya.
Namun bencana banjir yang datang secara mendadak itu membuat tembok tempat Yani menyimpan uang jebol setelah air sangat deras menerjang rumahnya.
Ditemui wartawan di rumahnya, Yani menceritakan detik-detik banjir bandang menerjang rumah dan menghanyutkan harta benda miliknya.
Perempuan paruh baya itu sehari-hari membuka warung kelontong di rumahnya.
Saat kejadian, Yani sebenarnya sudah merasa banjir akan datang.
Sebab, selama ini, Kampung Lamajang ia tinggali, sudah menjadi langganan banjir saat terjadi hujan lebat.
Namun biasanya, banjir yang datang tidak parah, hanya sebatas mata kaki.
Bahkan, setelah dibangun folder air atau kolam retensi Andir, banjir pun kian tertanggani.
Tetapi berbeda dengan apa yang terjadi pada Kamis sore pekan lalu.
Saat itu, Yani dan anaknya sempat mengetahui bahwa curah hujan di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung sedang tinggi.
Berdasarkan pengalaman, kata dia, biasanya air dipastikan "bertamu".
Maka, untuk mengantisipasi hal itu, mereka pun mempersiapkan diri membereskan isi rumah termasuk barang-barang di warung.
"Begitu juga dengan uang dan emas, awalnya disimpan di kamar, tapi dipindahkan ke tembok yang roboh ini. Saya simpan di dalam plastik digantungkan, dengan posisi yang tinggi," kata Yani.
"Pas inget, saya inget-inget disimpan di mana itu uang dan emas. Saya tanya ke anak, itu di tembok yang roboh. Saya sekarang udah cari, tapi belum ketemu," sambung dia.
Saat sedang mempersiapkan kedatangan banjir, Yani mengaku mendengar suara benturan yang keras dari arah tanggul.(*)
| Pria di Sulteng Ditemukan Tewas Ditelan Ular Piton 5 Meter saat Istirahat di Kebun |
|
|---|
| Penambang Emas Tradisional Meninggal Dunia Setelah Jatuh dari Tebing |
|
|---|
| KPK Bongkar Suap Pemeriksaan Pajak di KPP Madya Jakut, Nilai Pajak Dipangkas Rp 59 Miliar |
|
|---|
| Tak Ada yang Bantu, Dua Pria Tewas Kesetrum saat Hendak Mencuri Besi Internet |
|
|---|
| Detik-Detik Mengerikan! Truk Mundur Tak Terkendali Lindas Tubuh Balita |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.