Jumat, 13 Maret 2026

Wisata Gorontalo

Kondisi Pemandian Potanga Gorontalo, Wisata Kolam Renang Populer di Zamannya

Padahal, dulu Bak Potanga menjadi destinasi rekreasi favorit di Kota Gorontalo. Namun, kondisinya kini miris.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kondisi Pemandian Potanga Gorontalo, Wisata Kolam Renang Populer di Zamannya
TribunGorontalo/Husnul Puhi
Potret Pemandian Bak Potanga, Gorontalo. Sudah lama terbengkalai. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemandian Potanga yang dulu populer, kini terbengkalai dan tak terurus.

Padahal, dulu Pemandian Potanga menjadi wisata kolam renang favorit yang lokasinya di Jl. Usman Isa, Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat Gorontalo.

Tempat ini didatangi Tribun Gorontalo pada Sabtu siang (13/1/2024). Lokasinya tampak sudah ditutupi semak belukar.

Tidak seperti dulu, tampilannya malah menyeramkan, lantaran rumput tumbuh menutupi tempat ini. Sepertinya, memang tidak lagi diperhatikan. 

Sebagai informasi, Pemandian Potanga dikenal dengan wisata kolam renang yang menggunakan mata air pegunungan sekitar. Kolam renangnya memiliki luas 20 x 8 meter.

Semak belukar menguasai seluruh kawasan Pemandian Bak Potanga. Sejak pengelolanya meninggal 2019 lalu, kolam renang ini memang sudah jarang dirawat.
Semak belukar menguasai seluruh kawasan Pemandian Bak Potanga. Sejak pengelolanya meninggal 2019 lalu, kolam renang ini memang sudah jarang dirawat. (TribunGorontalo.com/Husnul Puhi)

Seiring berjalannya waktu, tempat ini tidak lagi jadi destinasi prioritas wisatawan lokal. 

Sejumlah faktor seperti kurangnya perhatian dari otoritas resmi, serta kurangnya promosi dari pihak pengelola. 

Tempat pemandian tersebut, dulunya dikelola oleh warga sekitar yang bernama Kisman Mohammad.

Sayangnya, sejak Kisman meninggal tahun 2019 lalu, Pemandian Potanga kehilangan 'tuan'.

Karena memang, sejak awal Kisman adalah orang yang dipercayakan pemerintah mengurus kolam renang ini. 

Menurut istri Kisman, Hadija Abdullah, sepeninggalan suaminya di tahun 2019, ada beberapa pengusaha yang ingin meneruskan pengelolaan Pemandian Potanga.

Tetapi, rencana yang tercetus pada 2020 itu, tidak berjalan mulus lantaran Covid-19 yang melanda Gorontalo. 

Lagian, setelah dikelola oleh pengusaha yang lain, pengunjung berangsur-angsur pergi. Kolam inipun tidak seramai biasanya.

"Ada satu pengusaha yang mencoba untuk mengelola, tapi pengunjung sudah tidak begitu ramai seperti biasanya," jelas Hadija saat ditemui di rumahnya, Sabtu (13/1/2024) siang hari.

Menurut penjelasan Hadija, Bak Potanga itu dulunya memiliki kedalaman 3 meter untuk kolam orang dewasa.

Pemandian Bak Potanga memiliki 3 kolam renang, kini kondisinya menyeramkan. Pernah kembali dikelola, namun kalah populer.
Pemandian Bak Potanga memiliki 3 kolam renang, kini kondisinya menyeramkan. Pernah kembali dikelola, namun kalah populer. (TribunGorontalo.com/Husnul Puhi)

Kini, tinggal 1,5 meter kedalamannya, karena dulunya sempat direnovasi oleh pemerintah Kota Gorontalo.

Bak Potanga memiliki tiga kolam renang, dua untuk anak-anak dan remaja, dan satunya lagi khusus untuk orang dewasa.

Dari pusat kota, objek wisata ini hanya berkisar 2 kilometer (km). Tepatnya berada di Jalan Usman Isa, Kelurahan Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat, Gorontalo.

Harapan Warga Sekitar

Sejumlah warga sekitar sebetulnya ingin agar Pemandian Potanga kembali dihidupkan. Mereka meminta pemerintah bertindak. 

Seperti yang dikatakan anak Kisman, Arman Mohammad. Ia mengakui jika warga sekitar menginginkan objek wisata itu untuk dioperasikan kembali.

Sebab, dulu saat Bak Potanga masih beroperasi, banyak pelaku UMKM berjualan di tempat tersebut.

"Banyak warga sekitar sini mengharapkan ini dibuka lagi, karena mereka sering berjualan di sini, dan menjadikan tempat ini sebagai lahan mata pencaharian sehari-hari," jelas Arman.

Baca juga: Ini Daftar 34 Desa Wisata Gorontalo yang Tercatat di Jadesta Kemenparekraf

Saat ini, Bak Potanga hanya menyisakan bangunan yang ditinggalkan dan dikuasai oleh semak belukar.

Pemerintah setempat dan pihak terkait diimbau untuk mempertimbangkan langkah-langkah pemulihan dan revitalisasi terhadap objek wisata satu ini. 

Memulihkan dan menghidupkan kembali destinasi wisata ini bukan hanya akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, tetapi juga akan membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat atas salah satu ikon rekreasi mereka dan memberdayakan ekonomi masyarakat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved