Sabtu, 21 Maret 2026

Utilitas Publik

PDAM Kabupaten Gorontalo Andalkan 7 Sungai Sebagai Sumber Air Bersih, Jangan Cemari!

Diketahui saat ini sumber air di PDAM di Kabupaten Gorontalo selain sumur bor, berasal dari mata air dan sungai. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto PDAM Kabupaten Gorontalo Andalkan 7 Sungai Sebagai Sumber Air Bersih, Jangan Cemari!
PDAM
Pengerukan sungai yang jadi sumber air bersih PDAM Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gorontalo mengaku dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat. 

Diketahui saat ini sumber air di PDAM di Kabupaten Gorontalo selain sumur bor, berasal dari mata air dan sungai. 

"Ada sekitar kurang lebih tujuh sungai yang menjadi sumber distribusi air kita," kata Manager SDM dan Pemasaran PDAM Gorontalo Udin Ishak, Jumat (5/1/2024).

Saat ini, PDAM Gorontalo memiliki lima unit titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo. 

Kelima unit tersebut di antaranya berada di Limboto, Telaga, Isimu dan Tibawa, serta Batudaa dan Boliyohuto. 

"Pengelolaannya kita berasal dari dua sumber, yakni sumur bor dan ada yang melalui instalasi pengelolaan air (IPA)," terangnya. 

2024-01-05_Udin Ishak.
Manager SDM dan Pemasaran PDAM Gorontalo Udin Ishak.

Pada prinsipnya IPA menggunakan tiga sistem, di antaranya sistem pipa baja, pipa beton dan saringan pasir lambat. 

Dalam aplikasinya, proses IPA dimulai dengan tahap pra sedimentasi, kemudian filterisasi dan terakhir menuju ke bak penampungan. 

"hampir semua menggunakan sistem yang sama, namun kita menyesuaikan dengan kondisi," jelasnya 

Kondisi tersebut lanjut Udin, pada umumnya menggunakan model pendistribusian. 

"ada yang melalui pompa air, dan ada yang menggunakan gravitasi," rincinya. 

Penggunaan pompa air didominasi untuk daerah pemukiman, dengan medan yang cenderung rata. 

Sementara gravitasi, dikhususkan untuk daerah-daerah yang memiliki tingkat elevasi (ketinggian). 

"Beberapa di antaranya meski menggunakan gravitasi, tetap kita adakan juga pompa airnya sebagai cadangan," tambah Udin. 

Untuk daerah-daerah yang jumlah penduduknya sekitar 3.000 jiwa, Udin menyebut tingkat distribusinya berada pada angka 40 liter per detik. 

"untuk malam hari, kita biasa ubah menjadi 20 liter per detik, karena penggunaannya rendah," tutupnya.(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved