Peristiwa Nasional
Meski Dipukul Tunangan hingga Pelipis Luka, Wanita Ini Memilih Damai dan Lanjutkan Pernikahan
Kasus tersebut kemudian ditangani Satreskrim Polresta Bogor Kota. Pelaku diamankan dan dimintai keterangan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Korban-dan-pelaku_Penganiayaan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang wanita berinisial AA asal Bogor, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan tunangannya, FM.
Penganiayaan itu terjadi di tempat umum di kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (2/1/2024).
Akibat penganiayaan tersebut, AA mengalami luka di pelipisnya hingga berdarah.
Warga yang menyaksikan berinisiatif melerai, namun nasi sudah menjadi bubur.
Kasus tersebut kemudian ditangani Satreskrim Polresta Bogor Kota. Pelaku diamankan dan dimintai keterangan.
Baca juga: Angka Pengangguran Sulit Turun, Disnakertrans: Orang Gorontalo Suka Pilih-pilih Kerja
Kepada penyidik, FM mengaku perbuatannya karena dilandasi perasaan cemburu.
Ia melihat foto mantan kekasih AA di ponselnya.
"Saya emosi karena melihat foto mantannya di ponselnya," kata FM saat diperiksa polisi.
Emosi FM meledak. Ia spontan menghempaskan tangannya hingga mengenai helm yang dipakai AA.
Hempasan tangan FM begitu kuat, membuat kacamata yang dikenakan AA pecah dan melukai pelipisnya.
"Korban pun mengalami luka dan berdarah," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Luthfi Olot Gigantara.
Warga yang berada di sekitar lokasi melerai saat melihat korban dianiaya oleh FM. Ada juga warga yang membawa korban ke klinik bidan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Sementara pelaku diamankan polisi.
AKP Luthfi menyebut status pelaku dan korban adalah tunangan. Mereka kemudian sepakat berdamai.
Baca juga: Siapa Deddy Herman? Kapolres Gorontalo yang Baru Dilantik
"Setelah pelaku kita amankan, pihak keluarga korban dan keluarga pelaku hadir semua. Mereka sepakat mengambil langkah perdamaian," kata AKP Luthfi.
Di situ, pelaku mengungkapkan penyesalannya dan berjanji memperbaiki diri. Sementara korban dan keluarganya juga sudah memaafkan.
"Mereka berdamai karena pelaku dengan korban bertunangan. Mereka juga akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat ini," tandas AKP Luthfi.(*)
++Berita ini dioptimasi dari TribunNews.com