Sabtu, 7 Maret 2026

Jatanras

Musisi Rayen Pono Tertipu Job Manggung Bodong, Tertipu Rp 19 Juta dengan Modus Kelebihan Bayar

Tawaran job itu semula dijadwalkan pada 27 Desember 2023 kemarin. Terungkap, job tersebut adalah bodong dan penipuan. 

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Musisi Rayen Pono Tertipu Job Manggung Bodong, Tertipu Rp 19 Juta dengan Modus Kelebihan Bayar
Rayen
Rayendie Rohy Pono atau lebih dikenal dengan nama Rayen Pono adalah mantan personil dari grup musik Pasto. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang musisi, Rayen Pono mengaku jadi korban penipuan oleh seorang penipu yang menawarkan job manggung. 

Tawaran job itu semula dijadwalkan pada 27 Desember 2023 kemarin. Terungkap, job tersebut adalah bodong dan penipuan. 

Namun bukan itu saja masalahnya, sebab Rayen Pono masuk dalam jebakan penipu itu hingga rugi hingga Rp 19 juta. 

Kronologi penipuan itu diceritakan oleh Rayen dengan runut. Awalnya memang seperti tawaran manggung normal. Namun ta tahu adalah penipuan. 

Kini, demi mendapatkan keadilan, Rayen Pono melaporkan kasus penipuan itu ke Polda Metro Jaya, Jumat (29/12/2023).

"Saya bersama manajer buat laporan didampingi kuasa hukum juga, dan sekarang lagi dalam proses," kata Rayen dikutip dari TribunNews. 

Awalnya kata Rayen, ada seseorang yang mengaku dari Kementerian PUPR menghubungi manajernya. Seseorang itu menawarkan job manggung pada 27 Desember. 

"Awalnya ini penawaran job 27 Desember di kementerian PUPR, akhirnya hubungin manajer saya," ujar Rayen Pono.

Tawaran job itu pun diiyakan oleh pihaknya. Manajer Rayen yang melakukan prosesi tawar menawar dengan sang penipu tersebut. 

Tiba-tiba, sang penipu mengaku jika ia sudah mentrasfer uang muka untuk manggung, namun tidak sengaja melakukan kelebihan bayar. 

Peniput ini pun meminta pihak Rayan untuk mengembalikan kelebihan bayar tersebut. Padahal sebetulnya, tidak ada dana yang dimaksud. 

"Sudah deal angka dan lain -lain, akhirnya terjadi proses transfer-transfer, si penipu juga minta di include kan catering, akhirnya lewat rekening kantor saya, begitu di kirim kan bukti transfer palsu itu, manajer saya belun sempat cross check," urai Rayen.

Hingga akhirnya Rayen dan manajer baru mengetahui kejadian dugaan penipuan itu setelah melakukan transfer uang senilai lebih dari Rp 19 juta.

"Transferan, rekening, kronologi singkat, beserta data data diri. Merasa janggal setelah mentransfer. Abis itu baru orang finance untuk ngecek," tandasnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved