Viral Nasional
Angkatan Laut Indonesia Temukan Kapal Kayu yang Diduga Selundupkan Warga Rohingya
Seakan tak ada habisnya, warga Rohingya kembali datang ke Indonesia. Kali ini kapal angkatan laut Indonesia di Aceh mencegat perahu itu sebelum sampa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TNI-menghalau-sebuah-kapal-kayu-yang-mengangkut-pengungsi-Rohingya-di-Perairan-Timur-Pulau-Weh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seakan tak ada habisnya, warga Rohingya kembali datang ke Indonesia.
Kali ini kapal angkatan laut Indonesia di Aceh mencegat kapal kayu sebelum sampai ke daratan.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters, kapal kayu itu ditemukan di perairan dekat Pulau Weh, lepas pantai Sumatera.
Kata juru bicara militer, Nugraha Gumilar, tindakan itu untuk mencegah konflik berkepanjangan antara warga Rohingya dengan penduduk setempat.
Tidak ada perkiraan berapa banyak warga Rohingya yang berada di kapal tersebut, kata Nugraha.
Lebih dari 1.500 orang Rohingya telah mendarat di Indonesia sejak bulan November lalu, menurut data dari badan pengungsi PBB (UNCHR).
Namun saat ini warga Myanmar itu mendapat permusuhan dan penolakan dari penduduk setempat.
Masyarakat Aceh merasa frustrasi dengan banyaknya perahu yang datang.
Sebelumnya mahasiswa Indonesia menyerbu sebuah pusat konvensi yang menampung ratusan warga Rohingya di ibu kota Aceh.
Selama bertahun-tahun, warga Rohingya telah meninggalkan Myanmar. Tempat mereka umumnya dianggap sebagai pendatang asing dari Asia Selatan, ditolak kewarganegaraannya, dan menjadi sasaran pelecehan.
Sebagian besar dari mereka menuju Indonesia atau negara tetangga Malaysia dari bulan November hingga April lewat jalur laut.
Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, bukan negara penandatangan Konvensi PBB tentang Pengungsi tahun 1951 namun memiliki sejarah menerima pengungsi jika mereka tiba.
Indonesia telah mendesak pihak berwenang Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya.
Akan tetapi Indonesia juga menindak tegas tersangka penyelundup manusia yang terlibat dalam pengungsian besar-besaran yang terjadi di Aceh.
Kapal perang shadowing kapal kayu
Kapal perang dikerahkan untuk melakukan shadowing terhadap Kapal Kayu yang diduga mengangkut korban praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Rohingya, Rabu (27/12).
Dinas Penerangan Angkatan Laut mengatakan, kapal yang dikerahkan TNI AL yaitu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bontang-907.
Kejadian bermula ketika TNI AL melaksanakan patroli dan menerima informasi dari Guskamla Koarmada I soal adanya keberadaan kapal kayu.
Kapal itu diduga merupakan kapal yang digunakan dalam praktek TPPO pelarian Rohingya.
Heli Panther onboard di KRI Bontang-907 langsung melaksanakan pemantauan udara.
Teridentifikasi ada kapal kayu dengan nama kapal SHWE YA DANAR 3.
KRI Bontang-907 melaksanakan shadowing sebagai langkah pengamanan dan monitoring kapal kayu saat berada di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berbatasan dengan ZEE India.
TNI AL terus memantau kapal kayu itu melanjutkan pelayaran hingga keluar ZEE Indonesia-India.
Pemerintah Indonesia bertekad memburu para pelaku TPPO, khususnya pada permasalahan yang terjadi di Aceh.
Terkait hal itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali buka suara.
Ia menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima.
Selanjutnya, melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.
(Sumber: Reuters/ Tribunnews.com)