Berita Viral
Viral Video Truk Muat Ratusan Anjing, Dibawa ke Lokasi Ini
Tampak ratusan ekor anjing dimuat dalam satu truk bak terbukaberwarna putih dan direkam dalam perjalanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Viral-Video-Truk-Muat-Ratusan-Anjing-fff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Viral video truk bermuatan ratusan ekor anjing di media sosial sejak Minggu (24/12/2023).
Video tersebut viral di instagram, tiktok dan X (twitter).
Tampak ratusan ekor anjing dimuat dalam satu truk bak terbuka berwarna putih dan direkam dalam perjalanan
Akun media sosial yang mengunggah tersebut antara lain animals_hopeshelterindonesi
Anjing-anjing tersebut akan dibawa ke tempat penjagalan.
Truk berwarna putih tampak memuat ratusan anjing dewasa dalam kondisi diikat dan mulutnya ditutup kain.
Truk tersebut nampak melintas di jalan tol.
Berdasarkan keterangan dalam video, diketahui pengunggah video sempat mengejar dan mengikuti truk tersebut.
Namun, pengunggah video kehilangan jejak truk tersebut ketika saat berada di Kabupaten Sragen.
Truk tersebut memiliki nomor polisi AD 811 E, yang merupakan identitas kendaraan dari Kabupaten Sragen.
Pada postingan lainnya, nampak pengunggah video sempat mendatangi rumah pemilik truk tersebut di Kabupaten Sragen, namun tidak bertemu dengan pemilik truk itu.
Setelahnya, pengunggah video melaporkan hal tersebut ke Polres Sragen.
Kapolres Sragen, AKBP Jamal Alam melalui Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Wikan Sri Kadiyono membenarkan ada aduan terkait video viral tersebut.
Pihaknya sempat melakukan pengecekan bersama pelapor, namun truk tersebut tidak ditemukan.
"Kemarin ada orang yang mengadukan hal tersebut, mengaku membuntuti dari Jakarta dan mengaku tahu tempatnya," ungkapnya saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (25/12/2023).
Pakai Pelat Bodong
Pendiri Animal Hope Shelter, Christian Joshua Pale mengungkapkan sosok sopir truk tersebut bernama Bayu.
Melalui unggahan Instagramnya, Christian telah melaporkan Bayu ke Polsek Gemolong Sragen karena diduga telah membawa ratusan anjing untuk ke pemotongan hewan.
Menurut Chrishtian, dugaan kuat Bayu ini adalah salah satu sindikat dan pemasok anjing terbesar untuk dikonsumsi daerah Jawa Tengah.
"Kami sudah tiba di Polsek Gemolong Sragen untuk melaporkan Bayu selaku pemilik mobil truk pengangkut ratusan anabul dari Jawa Barat utk dibawa ke Jawa Tengah.
Dugaan kuat Bayu ini salah satu sindikat dan pemasok anjing terbesar utk dikonsumsi daerah Jawa Tengah," tulis keterangan akun @Animals_hopeshelterindonesia, Senin, (25/12/2023).
Dalam unggahan itu, Chrishtian menguraikan kronologi dugaan ratusan anjing yang dibawa sopir truk menuju rumah pemotongan hewan.
Menurutnya, pelapor melihat dari dalam bus yang ditumpangi sebuah mobil truk mengangkut sekitar 100 anjing yang dibawa dari Cirebon dalam keadaan mulut terikat dan kaki terikat.
Dia menduga, anjing ini dibawa ke rumah potong masakan khas anjing di Semarang, Jawa Tengah.
Adapun, temuan itu berawal dari laporan seorang warga pada Sabtu (23/12/2023) pukul 16.45 WIB.
Mengetahui laporan tersebut, Christian langsung berangkat menggunakan mobil sewaan menuju Tol Cikopo-Palimanan untuk mengejar truk tersebut.
Setelah dilakukan penelusuran ternya taruk tersebut ternyata menggunakan pelat nomor kendaraan palsu.
Sayangnya ia kehilangan jejak dengan truk tersebut.
"Saya sudah di Semarang melakukan pengejaran. Kami kehilangan jejak tapi mendapatkan alamat pengepulnya," ujar Christian kepada Kompas.com, Minggu (24/12/2023).
Sementara, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polrestabes Semarang dan Jasa Marga selaku pengelola jalan tol yang dilalui truk.
Polrestabes Semarang sulit menggali informasi lebih dalam karena pelapor yang melihat truk berisi anjing di jalan tidak memberikan nomor teleponnya.
Sementara Jasa Marga yang bertugas di Tol Cipali-Panamanan sempat sulit dihubungi.
Namun, ketika berhasil dihubungi, pengelola jalan tol itu menyatakan kondisi di sana sedang padat merayap.
Kondisi ini menyulitkan perjalanan tim dari Animals Hope Shelter Indonesia.
Pengepulan anjing di Sragen
Christian bersama Animals Hope Shelter Indonesia terus melakukan perjalanan menuju Jawa Tengah hingga Minggu (24/12/2023) pagi.
Kemudian pada pukul 09.31 WIB, dia mengaku mendapatkan alamat lokasi pengepulan anjing beralamat di Sragen, Jawa Tengah.
"Kami dapat alamat pengepul terbesar di Sragen. Dari Semarang, kami meluncur ke Sragen sekitar tiga jam. Alamat pengepulnya sudah kami kantongi tetapi kami belum tiba di sana," jelasnya.
Selanjutnya, tim Animals Hope Shelter Indonesia akan bergerak menuju Sragen untuk mendatangi lokasi pengepul anjing.
Christian menegaskan, pihaknya akan menyelamatkan ratusan anak anjing yang diduga dibawa ke rumah pemotongan hewan tersebut.
"Menjelang Natal dan tahun baru, permintaan akan daging anjing akan sangat tinggi," tambah dia.
Pihak Animals Hope Shelter Indonesia akan menggunakan pendekatan hukum atas kasus dugaan anjing yang akan dibawa ke rumah pemotongan hewan ini.
Sementara itu, Kompas.com sudah berusaha menghubungi pihak Polrestabes Semarang untuk mengonfirmasi laporan temuan truk berisi anjing. Namun hingga Senin (25/12/2023) siang, belum juga ada balasan.
Sementara itu Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus tersebut. "Mohon waktu kita crosscek," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (24/12/2023).
Penyamarannya Terbongkar
Curhatan sang aktivis binatang itu dibagikan lewat unggahan akun @Little_secret9 di X (dulu Twitter) pada Minggu (24/12/2023) lalu.
Dalam video tersebut sang aktivis mencurahkan cerita pengalamannya melarikan diri usai penyamarannya dibongka oleh tukang jagal anjing.
Ia dan rekannya kemudian meminta maaf telah gagal membongkar kasus penjagalan massal anjing.
"Kita terpaksa balik ke Jakarta. Minta maaf sebelumnya, penyamaran kami terbongkar. Mau enggak mau kita harus menyelamatkan diri, sekarang kita akan balik ke Jakarta secepat mungkin. Mohon maaf sebelumnya kami gagal," katanya.
Sang aktivis mengaku jika penyamarannya terbongkar ketika berada di lokasi diduga tempat pengepul anjing.
Sebab saat itu seorang preman mencegatnya dan langsung mengetahui wajah sang aktivis usai mencocokannya lewat foto di hp-nya.
Ternyata, foto wajah sang aktivis itu telah disebarluaskan kepada sesama pengepul anjing.
"Muka saya sudah mereka sebarkan melalui handphone. Jadi pada saat kami ke tempat pengepulnya, Kita dicegat langsung dicegat sama preman Jawa. Preman Jawa itu pegang handphone, dia lihat ternyata foto muka saya dikirim jadi mereka sebarkan. Jadi di tempat itu ada lima atau enam pengepul dan semua rata-rata dibawa dari Jawa Barat," tulisnya.
Selain itu ia menjelaskan kronologi ketahuan oleh sang tukang jagal anjing.
"Sulit untuk nyelametin anabul, karena waktu datang langsung dicegat preman.
Bahkan preman itu udah punya foto si abang dan sudah disebarkan.
Ngeri banget mafia nya udah punya data si abang," tulis keterangan di twitter tersebut.
Kini, sang aktivis hewan telah melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.
"Laporan sudah kami buat di Polres Sragen perihal dugaan pengepul dan penjagalan anjing untuk dikonsumsi," tulis keterangan di instagram @animals_hopeshelterindonesia.
"Untuk saat ini kita hanya bisa berharap kasus ini bisa ditindaklajuti dengan baik oleh pihak berwenang.
Semoga bisa ketemu titik terang dan ratusan anjing tadi masih selamat," sambung twitter @little_secret9.
Adapun diketahui, aktivis tersebut bernama Christian Joshua Pale yang menjabat sebagai pendiri Animal Hope Shelter dan Yayasan Sarana Metta Indonesia.
Christian Joshua Pale adalah aktivis hewan yang akrab dipanggil dengan sebutan "Nyai."
Ia diketahui menyediakan penampungan bagi hewan-hewan terlantar.
Christian aktif menyelamatkan anjing dan kucing sejak 2014.
Ia seringkali membagikan gambar, cuplikan video, dan aksinya dalam penyelamatan di Instagram pribadinya.
Adapun, beberapa rintangan kerap dialaminya saat membesarkan Yayasan Animals Hope Shelter ini.
Pada tahun 2017, ia pernah diusir dari tanah yang disewanya selama 2 tahun.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Nasib Bayu Sopir Truk Pembawa Ratusan Anjing ke Pemotongan Hewan Kini Dilaporkan, Pakai Pelat Bodong