Selasa, 17 Maret 2026

Debat Cawapres

Pengamat Politik: Tim Gibran Siapkan Istilah tak Lazim guna Merusak Kredibilitas Mahfud dan Cak Imin

Pertanyaan Gibran Rakabuming Raka kepada Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenai State of Global Islamic Economy (SGIE) dinilai sengaja disiapkan

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pengamat Politik: Tim Gibran Siapkan Istilah tak Lazim guna Merusak Kredibilitas Mahfud dan Cak Imin
KOMPAS.COM
Cak Imin, Gibran dan Mahfud MD 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pertanyaan Gibran Rakabuming Raka kepada Muhaimin Iskandar (Cak Imin) soal State of Global Islamic Economy (SGIE) dinilai sengaja disiapkan sebelumnya.

Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 itu berniat mengecoh lawan dalam debat cawapres pada Jumat (22/12/2023) kemarin.

Umam menilai, Gibran sudah menyiapkan pertanyaan untuk Mahfud MD mengenai carbon captured and storage (CCS).

Cawapres nomor urut dua itu juga menyerang Muhaimin Iskandar lewat pertanyaan terkait State of Global Islamic Economy (SGIE). 

"Kedua materi serangan itu jelas sudah dipersiapkan matang oleh tim Gibran, untuk mengecoh lawan," kata Umam kepada Kompas.com, Sabtu (23/12/2023).

Kata Ahmad, Isu CCS sengaja ditujukan pada Mahfud dalam konteks penegakan hukum, sedangkan SGIE ditanyakan ke Muhaimin karena terkait ekonomi Islam.

Menurutnya, pertanyaan itu relevan dengan backround Mahfud dan Muhaimin. Tujuannya merusak kredibilitas kedua cawapres. 

"Gibran tampak sengaja berusaha mendelegitimasi kredibilitas Mahfud dan Imin, di dua bidang yang seharusnya keduanya paham, tapi dikecoh dengan permainan istilah atau semacam permainan tebakan di tengah jutaan diksi," ujar Ahmad.

Umam mengakui bahwa sebagai pertunjukan di atas panggung, langkah tersebut membuat Gibran tampak lebih unggul dibanding dua kandidat lainnya. 

Namun, ia menilai pertanyaan terkait pemahaman substansi dan filosofi kebijakan lebih penting diajukan daripada memberikan diksi-diksi yang tak tertebak.

"Dalam konteks perdebatan yang substantif, strategi debat yang memaksa lawan untuk bermain tebakan sejuta diksi semacam seharusnya dihindari," kata Umam.

Meski begitu, Umam menilai bahwa Gibran bisa mengambil poin politik dalam debat semalam karena penampilannya yang diluar ekspektasi publik. 

"Artinya, Gibran yang belakangan ini sering dipandang rendah (underdog), tapi bisa tampil kompetitif dalam debat semalam, maka ia bisa mengubah citra dan mengonsolidasikan basis elektoral pasangan Prabowo-Gibran," ujar dia

Baca juga: Hasil Survei: Mahfud MD Dianggap Paling Menguasai Isu saat Debat Cawapres, Gibran di Bawah Cak Imin

Di sisi lain, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menilai, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar semestinya memahami istilah State of The Global Islamic Economy (SGIE). Terlebih Cak Imin merupakan ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), salah satu partai besar yang bernapaskan Islam.

"Saya pikir sebagai ketua umum partai besar Islam, agak membingungkan juga kalau itu tidak tahu. Itu kan hanya istilah saja," kata Bahlil di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (23/12/2023). 

Pertanyaan Gibran tersebut menjadi soal karena Gibran bertanya kepada Muhaimin tanpa menjelaskan kepanjangan dari SGIE.

Menurut Bahlil, hal itu bisa saja dilakukan Gibran karena mengira Muhaimin sudah memahami istilah tersebut. "Ya mungkin dalam pandangan dia sudah ngerti, itu kan bahasa yang literatur banyak," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved