Berita Provinsi Gorontalo

24 Kasus Orang Hilang dan Hanyut di Gorontalo Sepanjang 2023

Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto mengatakan, bahwa dari hasil rekapan kasus sepanjang 2023 itu, didominasi oleh kondisi membahayakan manusi

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/HUSNUPUHI
Operasi yang dilakukan Basarnas Gorontalo dalam melakukan penyelamatan terhadap warga Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 24 kasus orang hilang dan orang hanyut di Gorontalo sepanjang tahun 2023.

Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto mengatakan, bahwa dari hasil rekapan kasus sepanjang 2023 itu, didominasi oleh orang hanyut di perairan Gorontalo dan orang hilang di pegunungan Gorontalo serta orang yang tetimbun tanah longsor.

"Sepanjang 2023 ini, kami sudah menangani 24 musibah atau bencana, yang mendominasi adalah kondisi membahayakan orang," ungkap Heriyanto saat ditemui di kantornya, Jumat (22/12/2023) pagi hari.

Sejatinya, hasil kasus yang ditangani itu hanya 23 kasus. Namun, ketambahan satu lagi yang terjadi di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Satu kasus itu, merupakan kasus seorang ibu yang dinyatakan hilang di perbukitan Desa Iluta pada Kamis (14/12/2023) lalu.

Terkait waktu pencarian yang ditangani, Basarnas Gorontalo hanya memiliki waktu selama tujuh hari.

Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto (kiri) bersama Kasi OPS Basarnas Gorontalo, Ida Bagus Nyoman Ngurah Asrama saat dikonfirmasi terkait seorang ibu diduga hilang di pebukitan Desa Alale.
Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto (kiri) bersama Kasi OPS Basarnas Gorontalo, Ida Bagus Nyoman Ngurah Asrama saat dikonfirmasi terkait seorang ibu diduga hilang di pebukitan Desa Alale. (TRIBUNGORONTALO/HUSNUPUHI)

Waktu tersebut berdasarkan aturan yang telah menjadi SOP pencarian pihak Basarnas. Baik itu pencarian orang hilang, hanyut, hingga orang yang tertimbun tanah longsor.

"Paling lama kami melakukan pencarian itu hanya tujuh hari," ucapnya singkat.

Ia juga menjelaskan, waktu pencarian yang paling lama ditangani oleh pihaknya sepanjang tahun 2023 yaitu pencarian orang yang hilang di pegunungan Bone Bolango.

Sementara, untuk operasi yang paling susah dan agak sulit ditangani Basarnas yaitu pencarian orang yang tertimbun oleh batu besar di salah satu tambang Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.

Alasan dikatakan susah, sebab medan yang menjadi lokasi pencarian orang tertimbun di tambang emas itu tergolong sulit untuk dilewati.

Kemudian, para korban yang tertindis batu besar saat dilakukan operasi juga menjadi salah satu faktor kesusahan saat melakukan operasi.

"Kalau yang paling susah itu, saat kita melakukan operasi di tambang emas Marisa," jelasnya.

Terkait respon dan penanganan kasus sepanjang 2023 ini, Basarnas Gorontalo telah bekerja keras dengan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan personel terlatih dan peralatan canggih. 

Meskipun demikian, beberapa kasus masih berakhir tragis dengan ditemukannya korban dalam kondisi tidak bernyawa dan ada pula yang tidak ditemukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved