Berita Viral
Niatnya Melerai Tawuran, Polisi Ini Malah Dikeroyok Geng Motor
Baru-baru ini anggota polisi dikeroyok gang motor viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat yang dibagikan akun gegana_id tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengeroyokan-polisi-oleh-geng-motor.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Baru-baru ini anggota polisi dikeroyok gang motor viral di media sosial.
Dalam video berdurasi singkat yang dibagikan akun gegana_id tersebut memperlihatkan sosok pria berseragam polisi dianiaya oleh sejumlah pria.
Kejadian berlangsung di Jalan Raya Banjaran-Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis, (21/12/2023).
Belakangan diketahui niat polisi melerai tawuran namun justru jadi sasaran amukan gang motor yang bertikai itu.
Dalam tayangan, polisi itu didorong hingga mengenai pagar bambu kebun milik warga.
Anggota gang itu memukul sang polisi hingga jatuh tersungkur ke aspal.
Sang polisi terus mendapat pukulan dan tendangan dari para pelaku. Bahkan warga yang berada di lokasi turut jadi sasaran amukan.
Dalam keterangan unggahan itu, tiga pelaku pengeroyokan tersebut suda diamankan oleh pihak kepolisian.
“Info saat ini 3 (tiga) pelaku pengeroyokan sudah diamankan pihak Kepolisian, tolong Tindak Tegas Pak Polisi, sama petugas aja berani apalagi sama Masyarakat,” isi narasi dalam keterangan unggahan itu.
Pada video selanjutnya, terlihat para pelaku sudah ditahan di balik jeruji besi.
Kasus Polisi Keroyok Warga di Pohuwato Gorontalo Berakhir Damai
Kasus pengeroyokan pernah terjadi di Gorontalo.
Kasus dugaan pengeroyokan oleh oknum anggota Polres Pohuwato terhadap warga yakni kepada Thalib Bakari (58) dan anaknya Iwan Bakari (32) Warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo berakhir damai.
Kasatreskrim Polres Pohuwato Iptu Faisal Ariyoga Anastasius Harianja mengungkapkan masalah yang melibatkan anggota oknum Polres Pohuwato dan Thalib dan Iwan hanya kesalahpahaman
"Hanya kesalahpahaman saja dan perkara itu sudah damai karena kedua belah pihak telah bertemu," jelasnya, kepada tribungorontalo.com Kamis (22/11/2023)
Faisal mengakui laporan perkara itu telah diterima, tetapi setelah dilakukan penyelidikan semua telah diselesaikan.
"Perkara telah masuk, tetapi setelah menempuh jalur damai semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.
Anak korban Arifin Bakari mengakui ada upaya damai tetapi ayahnya masih butuh perawatan yang lebih lama lagi.
"Sudah selesai kasusnya, cuma sebagai anak, saya merasa perlu merawat lagi ayah saya, karenawajah dan badannya masih sakit," tegasnya.
Arifin berharap hal yang sama tidak terjadi lagi kepada warga Pohuwato kedepan.
"Semoga hanya ayah dan kakak saya yang mengalami perkara ini dan tidak akan di alami oleh warga Pohuwato lain," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Talib Bakari (58), warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo diduga dikeroyok oknum polisi.
Insiden berawal ketika Iwan Bakari (32), putra dari Talib Bakari mengadu dirinya dipukul polisi di sebuah warung, Kamis (16/11/2023).
Iwan Bakari kala itu bersama dua adik iparnya, Utun dan Iswan, mengantar solar ke lokasi pertambangan.
Mobil mereka kemudian berhenti di sebuah kios untuk membeli sebungkus rokok.
Utun yang turun dari mobil tiba-tiba dihadang pria berseragam polisi. Mereka lantas menanyakan kepada Atun, Siapa bosmu?"
Utun seketika menunjuk Iwan Bakari yang saat itu menunggu di dalam mobil.
Mendengar keributan, Iwan turun dari mobilnya. Ia lalu mendekati polisi dan mengaku dia adalah bosnya.
Iwan pun berbicara secara terbata-bata, membuat polisi curiga. Iwan sontak ditendang di bagian perut dan pukulan di bagian pelipis kanan.
Tak terima perlakuan polisi, Iwan dan dua iparnya tancap gas dan melaporkan kejadian itu kepada ayahnya, Talib.
Talib Bakari pun mengajak Iwan Bakari, Utun, dan Iswan ke lokasi kejadiaan.
Melihat polisi itu sudah tidak ada, mereka berempat memutuskan pergi mengantar solar pesanan orang lain.
Setelah itu mereka membeli rokok dan air minum di kios yang sama.
Tak lama berselang, datang lima anggota polisis. Talib Bakari pun menyapa dan menawarkan kursi kepada para lelaki berseragam itu.
Belum selesai berbincang, Talib dipukul polisi di bagian wajah dan kepala. Pria paruh baya itu pun jatuh tersungkur.
Dalam keadaan terbaring, Talib dikeroyok oleh lima polisi di tempat tersebut.
Karena tak sadarkan diri, Talib segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Pani.
Penganiayaan itu telah dilaporkan Arifin Bakari (28), anak sulung Talib Bakari ke Polres Pohuwato.
"Ayah saya itu sudah tua, tapi mereka tidak melihat itu, mereka tetap memukul muka ayah saya sampai membuat hidungnya berdarah dan gusinya bengkak sebelah kanan," kata Arifin, Kamis (16/11/2023).
Arifin mengaku tak terima ayahnya diperlakukan semena-mena.
"Ayah saya sempat menyediakan tempat duduk untuk mereka, dan bertanya soal kronologi pemukulan itu, tetapi kok ayah saya malah menerima pukulan itu," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Marisa Boby Noptriusanda saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, mengatakan kasus melibatkan warga dan oknum polisi hanya kesalahpahaman.
Kata Boby, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus pemukulan tersebut.