Jumat, 6 Maret 2026

Miliarder Mendadak! Masdi Dapat Rp1,1 Miliar dari Penjualan Lahan Migas ke Pertamina

Dengan uang sebanyak itu, Masdi bercita-cita melihat anaknya bekerja di perusahaan migas tersebut.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Miliarder Mendadak! Masdi Dapat Rp1,1 Miliar dari Penjualan Lahan Migas ke Pertamina
TribunJatim
Masdi berharap anaknya bisa kerja di Pertamina usai ditemukan sumber migas di kampung. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Masdi (53), seorang warga Kampung Gubug, Desa Sukawijaya, Kabupaten Bekasi, baru-baru mendadak jadi miliader.

Ia ketiban rezeki lantaran tanah sawahnya mengandung sumber minyak dan gas (migas).

Karena itu, PT Pertamina pun membeli tanah pria ini senilai Rp1,1 miliar.

Dengan uang sebanyak itu, Masdi bercita-cita melihat anaknya bekerja di perusahaan migas tersebut.

Dalam keterangannya, Masdi menyampaikan kegembiraannya atas uang ganti rugi yang diterimanya.

Ia berharap ke depannya, PT Pertamina dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di wilayah tersebut, sehingga anaknya memiliki peluang untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Masdi menceritakan detik-detik penjualan sawahnya kepada PT Pertamina.

Informasi mengenai adanya sumber migas di lahan persawahan sudah diberikan kepada Masdi dan warga sekitar sejak 10 tahun lalu.

"Dikasih tahu bahwa di situ ada titik minyak, kapan dikeruk belum tahu waktu itu, baru dapat informasi ada pencarian minyak," ujar Masdi, mengutip Kompas.com.

Proses pengerukan dimulai sekitar tujuh bulan lalu setelah PT Pertamina membeli lahan sawah milik warga, termasuk milik Masdi.

Harga yang ditawarkan oleh Pertamina melebihi harga pasar, membawa keuntungan besar bagi Masdi.

"Punya saya sekitar setengah hektar, dibayarnya sekitar Rp230.000 per meter dikali 5.000 meter," ungkapnya.

Meski mendapat keuntungan finansial, Masdi mengakui adanya dampak dari proyek pengerukan migas tersebut.

Suara bising dan gangguan lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga setempat.

"Kalau ngebul sih terutama pengerukan ya itu ada sih. Tapi sudah biasa dan kalau berisik itu sudah pasti," paparnya.

Masdi juga menyebut bahwa sebelumnya, ledakan di area tersebut membuat beberapa rumah warga mengalami keretakan.

Sebagai kompensasi, PT Pertamina memberikan ganti rugi sebesar Rp300.000 per kepala keluarga yang terdampak.

Menanggapi penemuan sumber migas di wilayahnya, Masdi berharap hal ini akan membuka lebih banyak peluang pekerjaan bagi masyarakat setempat.

"Justru malah senang, barangkali nanti kalau bagus, anak-anak kita bisa kerja di situ, kalau perkembangannya bagus," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina (Persero) melalui subholding upstream PT Pertamina EP (PEP) Regional Jawa menemukan dua sumber migas baru di Jawa Barat.

Penemuan tersebut merupakan hasil dari pengeboran dua sumur eksplorasi. Kedua sumur itu, yakni East Akasia Cinta (EAC)-001 di wilayah kerja PEP Jatibarang Field, Kabupaten Indramayu, dan Sumur East Pondok Aren (EPN)-001 di wilayah kerja PEP Tambun Fild, Kabupaten Bekasi.

Pengeboran sumur eksplorasi EPN-001 ditajak pada 18 Agustus 2023 dengan menyasar target reservoir Carbonate Formasi Lower Cibulakan.

Pengeboran berhasil mengalirkan minyak dan gas pada DST kedua dengan rate minyak sebesar 402 bopd dan rate gas mencapai 1,09 mmscfd di kedalaman 2.590 mMD.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved