Kasus Korupsi di Gorontalo
Polda Gorontalo Periksa 31 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone eks Panjaitan
Pemeriksaan saksi dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo sejak awal Desember 2023 lalu.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/drainase-di-Jalan-Nani-Wartabone-8889999.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polda Gorontalo telah memeriksa sebanyak 31 saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek penataan Jalan Nani Wartabone atau Eks Jalan Panjaitan di Kota Gorontalo.
Pemeriksaan saksi dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo sejak awal Desember 2023 lalu.
Saksi-saksi yang diperiksa terdiri dari pihak kontraktor dan juga perangkat daerah Kota Gorontalo.
Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Kombes Pol Taufan Dirgantara mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
"Pemeriksaan saksi ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti, baik dari pihak kontraktor maupun perangkat daerah," kata Taufan kepada Tribun Gorontalo beberapa waktu lalu.
Selain pemeriksaan saksi, Polda Gorontalo juga telah melakukan gelar perkara dengan beberapa alat bukti.
Hal itu dilakukan untuk melakukan pengecekan dan penyesuaian antara penyerapan anggaran dan pelaksanaan di lapangan.
Taufan mengatakan, saat ini penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK diminta untuk memberikan hasil auditnya terkait proyek tersebut.
"Kita nanti akan menyurat juga ke BPK untuk meminta hasil auditnya," kata Taufan.
Taufan belum bisa membeberkan angka pastinya kerugian proyek tersebut. Hal itu karena kewenangan BPK untuk menentukannya.
"Begitupun dengan siapa saja tersangkanya dan berapa jumlahnya kita belum bisa pastikan. Menunggu hasil penyidikan," tandasnya.
Dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, proyek ini bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE.
Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021.
Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta.
Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.
Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.
Janji PUPR Selesai Tahun 2022
Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsuan berjanji pihaknya menggenjot proyek Drainase Nani Wartabone selesai tahun 2022 ini.
"Kami akan targetkan Desember 2022 akan selesai semua pekerjaan di Kota Gorontalo,” janji Rifaldi saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin (19/9/2022).
Menurutnya, Pekerjaan fisik yang dianggarkan dengan dana PEN itu, sempat diperhadapkan dengan beberapa kendala di lapangan.
Tetapi kata Rifadli, pihaknya terus berupaya meminta kontraktor selesaikan proyek itu tepat waktu. Atau paling lambat akhir tahun 2022 lalu.
Ia membeberkan, pihak kontraktor mulai menempuh metode baru penyelesaian pengerjaan tersebut.
Jika sebelumnya menunggu cetakan drainase berbentuk U atau U-Ditch. Kini, U-Ditch tersebut langsung dicetak di lokasi pengerjaan.
"Saat ini kami melakukan peninjauan di sejumlah proyek, kami akan mempercepat pengerjaan jalan dan drainase Jalan Nani Wartabone.” tegas Rifadli.
Diketahui, pengerjaan drainase Nani Wartabone sepaket dengan jalan yang kini selesai diaspal. Nilai proyeknya mencapai Rp 20-an miliar. Berasal dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Sejak groundbreaking awal tahun 2022, hingga Desember 2023 ini, pengerjaan belum juga selesai. Masyarakat di sekitar Jl Nani Wartabone pun mulai tak tahan.
Para pelaku bisnis mengaku kesulitan. Omset menurun karena tak ada pembeli. Belum lagi air drainase yang mulai berwarna hijau.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha bahkan mengaku geram. Sebab sejauh ini drainase itu belum juga rampung.
“Ini saya minta pada pelaksana di lapangan untuk memacu pekerjaan karena di akhir tahun harus sudah selesai semua. Sebenarnya saya sudah target di akhir September (2022), akan tetapi saya lihat dari hasilnya maka yang saya minta bisa dilakukan sampai di akhir Oktober-November,” kata dia saat meninjau proyek tersebut pada 2022 lalu. (*)