Berita Kabupaten Gorontalo
341 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Kabupaten Gorontalo Sepanjang 2023
Kasatlantas Polres Gorontalo, Iptu Irawan Kusumo mengatakan pihaknya telah mencatatkan kasus kecelakaan di Kabupaten Gorontalo sebanyak 201.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasatlantas-Polres-Gorontalo-Iptu-Irawan-Kusumo-8888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo mencatatkan sebanyak 341 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Gorontalo.
Kasatlantas Polres Gorontalo, Iptu Irawan Kusumo mengatakan pihaknya telah mencatatkan kasus kecelakaan di Kabupaten Gorontalo sebanyak 201.
"Kalau total 201 itu murni tabrakan, kemudian untuk kecelakaan tunggal itu ada sendiri datanya," ujar Irawan kepada TribunGorontalo.com, Rabu (20/12/2023) sore hari.
Sedangkan kasus kecelakaan tunggal di sepanjang 2023 sebanyak 140-an kasus.
Kemudian, untuk kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 20-an kasus.
"Mayoritas kecelakaan ini dari pengendara beroda dua," ucapnya.
Irawan menyebutkan, bahwa faktor-faktor seperti kurangnya kesadaran pengendara, kelebihan kecepatan, dan kondisi jalan yang kurang memadai menjadi penyebab utama dari kecelakaan tersebut.
Kecelakaan tersebut paling banyak terjadi dan menyebabkan orang meninggal dunia di Jalan Gorontalo Outo Ring Road (GORR).
Ia mengakui, bahwa jalan GORR tersebut memang menjadi titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Gorontalo.
"Kebanyakan yang rawan dan menimbulkan korban jiwa itu biasanya di Jalan GORR," imbuhnya.
Untuk waktu kecelakaan yang terjadi di Jalan GORR tersebut berkisar pukul 19.00 hingga 05.00 Wita dini hari.
Sebab, di jalan itu tidak memiliki penerangan yang maksimal. Sehingga, beberapa kenderaan yang mogok ataupun bermasalah, memakirkan kenderaannya di bahu jalan menjadi salah satu penyebab utama tabrakan.
Kecelakaan lalu lintas bukan hanya menjadi masalah keselamatan, namun juga menjadi perhatian serius dalam menjaga kualitas transportasi dan mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran para pengguna jalan melalui berbagai kampanye keselamatan berkendara.
Tak hanya itu, bahkan pihak kepolisian dari satuan lalu lintas itu akan menggelar operasi lilin demi menekan tingkat kecelakaan di Kabupaten Gorontalo.
Irawan juga menjelaskan, bahwa di wilayahnya memang paling banyak terjadi kecelakaan dibanding dengan wilayah lain di Gorontalo.
Namun ia tak menampik akan data tersebut. Sebab, memang di wilayahnya merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Gorontalo dengan kabupaten lainnya.
Seperti halnya, Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, bahkan sampai Bone Bolango.
"Wilayah kami kan merupakan jalan trans. Jadi, tidak menutup kemungkinan para penggguna jalan itu asli orang Kabupaten Gorontalo atau tidak," jelasnya.
Selain itu, alasan lainnya, banyak aktifitas masyarakat juga melintasi jalan di Kabupaten Gorontalo.
Seperti halnya, kenderaan pengangkut barang yang berasal dari Sulawesi Utara, Sulteng, hingga Sulsel.
"Contohnya pengendara truck. Biasanya waktu mengendara mereka 10 jam, sampai di wilayah kita itu mungkin sudah mengantuk dan kecapean. Sehingga banyak yang terjadi kecelakaan dan tabrakan," imbuhnya.
Irawan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun mobil, untuk memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di jalan raya.
Untuk pencegahan kecelakaan, Polres Gorontalo terus melakukan patroli rutin, meningkatkan pengawasan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.
Hal tersebut untuk mengurangi angka kecelakaan di Jalan GORR ataupun di daerah lainnya di Kabupaten Gorontalo. (*)