Senin, 9 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Curah Hujan Tinggi, Wali Kota Gorontalo Marten Taha Imbau Warga Tetap Waspada

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga kota untuk tetap waspada dalam menyikapi curah hujan yang tinggi belakanga

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Curah Hujan Tinggi, Wali Kota Gorontalo Marten Taha Imbau Warga Tetap Waspada
TRIBUNGORONTALO/HUSNUL PUHI
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat ditanyai imbauan kepada warganya dengan adanya musim hujan.   

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga kota untuk tetap waspada dalam menyikapi curah hujan yang tinggi belakangan ini. 

Imbauan ini dilontarkan mengingat kondisi cuaca yang rentan terhadap potensi banjir dan longsor di beberapa wilayah Kota Gorontalo.

Imabuan tersebut juga diutamakan bagi warga yang bermukim di wilayah rawan longsor maupun banjir.

Menurut Marten, saat memasuki akhir tahun, biasanya Kota Gorontalo sering dilanda oleh hujan deras. 

Sehingga, beberapa wilayah di Kota Gorontalo dapat menyebabkan banjir atau longsor karena hujan tersebut.

"Biasanya setiap akhir tahun, itu sudsh mulai musim penghujan. Sesuai ramalan BMKG bahwa mulai bulan November - Desember bahkan sampai Maret 2024 akan dilanda musim hujan," ujar Marten saat ditemui di GOR Nani Wartabone, Jumat (8/12/2023) sore hari.

Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mengimbau ke masyatakat yang khususnya bermukim di kawasan yang rawan banjir dan lonsor untuk tetap waspada.

Kata Marten, pihaknya juga telah menginstruksikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo dan seluruh OPD serta perangkat kecamatan, untuk tetap waspada dan memantau seluruh wilayah yang berpotensi banjir dan longsor.

"Terutama camat dan lurah, untuk tetap waspada terhadap wilayahnya, dan jika membutuhkan penangan yang lebih lanjut, saya sudah mensiagakan BPBD," jelasnya.

Ia pun berharap kepada masyarakat untuk berpastisipasi secara bersama dalam mewaspadai bencana saat di musim penghujan saat ini.

"Kami berharap partisipasi masyarakat. Waspada harus waspada, terutama mengahadapi longsor. Kita tidak tahu kapan bencana itu akan datang, jadi tetap waspada," pungkasnya.

Begitu pula yang dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kota Gorontalo Mahmud Baderan, bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan terkait potensi risiko banjir dan longsor.

Imbauan tersebut diluncurkan sebagai informasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di Kota Gorontalo.

Terutama, bagi warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai dan perbukitan maupun pegunungan.

Menurut Mahmud, terdapat dua kecamatan yang berpotensi rawan longsor dan banjir. Yaitu Kecamatan Hulonthalangi yang sering terjadi banjir dan Dumbo Raya yang berada di kawasan perbukitan atau pegunungan.

"Sesuai dengan kajian kami, bahwa yang rawan longsor itu di bagian Dumbo Raya dan Hulonthalangi. Sedangkan banjir ada juga sebagian Dumbo raya, Kota Selatan, hingga Dungingi," ujar Mahmud

Kata Mahmud, untuk masalah banjir di Gorontalo hanya disebabkan oleh genangan air yang meluap dari sungai-sungai yang berada di Kota Gorontalo.

Sebab, menurut Mahmud, dataran Kota Gorontalo itu diapit oleh beberapa sungai maupun muara.

"Jadi ketika terjadi arus ataupun peningkatan debit air di sungai, maka cepat sekali masuk ke pemukiman," bebernya.

Karena itu, ia menyampaikan kepada warga yang bermukim di kawasan Hulonthalangi dan Dumbo Raya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi, di saat musim hujan lebat yang sedang melanda Provinsi Gorontalo. Di mana cuaca tersebut bisa menimbulkan risiko banjir dan longsor di Kota Gorontalo.

Dengan begitu, BPBD Kota Gorontalo telah mengirimkan tim untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi alam yang terjadi saat ini.

Pihaknya juga telah menyiapkan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara evakuasi dan langkah-langkah darurat saat terjadi bencana.

"Tiga minggu lalu kita sudah turunkan tim di tiap kelurahan Kota Gorontalo untuk melakukan pemantauan. Dan juga melakukan sosialisasi terkait dengan berakhirnya kemarau dan memasuki musim hujan ini," tutup Mahmud. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved