DPRD Provinsi Gorontalo
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Sebut Pembangunan Islamic Center Gorontalo Jadi Suatu Keharusan
Islamic Center di Gorontalo masih terus diupayakan untuk segera dapat berdiri di Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-IV-DPRD-Provinsi-Gorontalo-Adnan-Entengo-888999.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Islamic Center di Gorontalo masih terus diupayakan untuk segera dapat berdiri di Kota Gorontalo.
Lokasi Islamic Center ini awalnya akan dibangun di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Lalu karena ada beberapa pertimbangan maka kemudian dipindah di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Sebagai salah satu pusat penyebaran agama islam di Indonesia, proyek pembangunan islamic center ini terus menjadi perbincangan hangat di berbagai lapisan masyarakat termasuk dari anggota legislatif, DPRD Provinsi Gorontalo.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Adnan Entengo mengatakan islamic center di Gorontalo ini merupakan sebuah keharusan untuk melanjutkan pembangunannya.
Provinsi Gorontalo dikenal dengan istilah Serambi Madinah dengan falsafah 'adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Kitabullah' yang artinya kehidupan masyarakat Gorontalo semua harus didasarkan pada Kitabullah atau kitab Al-al-quran. Maka tidak salah jika pembangunan Islamic Center wajib diteruskan.
"Ini merupakan bagian dari penyebaran nilai-nilai Islam, terutama di daerah kita yang diakui sebagai serambi Madinah dan mengusung falsafah 'adat bersendikat syariat, syariat bersendikan Kitabullah'. Saya pikir, pembangunan Islamic Center adalah suatu keharusan,” ujar Adnan.
Adnan berharap penuh agar realisasi pembangunan Islamic Center di Gorontalo dapat dijalankan secara maksimal dan lebih cepat.
Pembangunan Islamic Center diketahui masih dalam tahap perencanaan, namun Adnan menegaskan bahwa proses perencanaan ini akan terus berlanjut hingga Islamic Center ini dapat berdiri dengan kokoh di Gorontalo
“Komisi 4 terus memberikan dukungan kepada Yayasan yang sedang berupaya merealisasikan proyek ini, termasuk dalam usaha penetapan lokasi di kabupaten Gorontalo, belum lama ini,” jelasnya.
Meskipun belum memiliki data yang rinci dan juga anggaran yang jelas terkait pembangunan Islamic Center ini, namun pembangunannya sudah mendapat banyak dukungan yang kuat dari berbagai pihak.
Hal ini menjadi satu ketidak-pastian yang harus diatasi agar proyek dapat berjalan lancar.
“Tentang anggaran, kami di DPRD belum memiliki data rinci secara pasti. Saat ini, dana yang terkumpul hanyalah partisipasi publik sekitar 3 miliar,” lanjutnya.
Adapun anggaran yang didapati dari berbagai sumber lainnya seperti dana APBD maupun APBN kata Adnan, masih harus di periksa kembali karena pada saat itu masih difokuskan untuk penanganan Covind-19.
“Untuk sumber dana lainnya, baik dari APBD maupun APBN, akan kami periksa lagi. Anggaran yang sebelumnya pada saat masih di Moodu, kan sudah direfokusing untuk penanganan COVID-19,” sambunya.
Meskipun data anggaran belum pasti, Adnan Entengi menegaskan bahwa proyek pembangunan Islamic Center ini akan terus berjalan sebab telah mendapatkan dukungan positif yang kuat dari berbagai pihak terutama dari komisi IV DPRD. (ADV)