HUT Provinsi Gorontalo
HUT ke-23 Provinsi Gorontalo, Gubernur Ismail Pakaya Sebut Momentum Tuntaskan Kemiskinan
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 23 Provinsi Gorontalo menjadi momen penting bagi Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya untuk menuntask
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-Gorontalo-Ismail-Pakaya-8889.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 23 Provinsi Gorontalo menjadi momen penting bagi Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya untuk menuntaskan kemiskinan di Gorontalo.
Hal ini diungkapkan Ismail Pakaya usai menghadiri peringatan HUT Ke - 23 Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan Rapat Paripurna berlangsung di DPRD, Selasa (5/12/2023).
Menurutnya, hari lahir Provinsi Gorontalo ini merupakan akumulasi dari hasil kerja dan kebijakan para pemimpin terdahulu.
Seperti halnya ,Gubernur pertama Gorontalo Fadel Muhammad setelah menggantikan Pj Gubernur Gorontalo pertama Tursandi Ali.
Kemudian, Gusnar Ismail, Rusli Habibie, Zudan Arif Fakhrullah sebagai Pj Gubernur kedua. Setelah itu, Pj Gubernur Hamka Hendra Noer, dan sekarang digantikan oleh Ismail Pakaya.
"Di usia 23 tahun Gorontalo ini sudah banyak kemajuan dan capaian yang kita peroleh," ujar Ismail Pakaya usai rapat paripurna.
Dalam momemntum merayakan HUT Ke - 23 Provinsi Gorontalo ini, Ismail mengatakan, bahwa masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan oleh pemerintahan.
Satu di antaranya menuntaskan angka kemiskinan Provinsi Gorontalo yang menempatkan posisi lima terendah di tiap provinsi yang ada di Indonesia.
"Meskipun saat pembentukan provinsi pertama kali, angka kemiskinan kita dari 29 persen turun menjadi 15 persen, tetap Gorontalo berada di posisi kelima teratas angka kemiskinanannya dari nasional," jelasnya.
Pj Gubernur Gorontalo itu menjadikan angka kemiskinan ini sebagai pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan.
Dalam menuntaskan kemiskinan, menurut Ismail itu merupakan cita-cita dari terbentuknya Provinsi Gorontalo yaitu mensejahterakan rakyatnya.
"Karena itu, dalam memperingati momentum HUT Ke - 23 Provinsi Gorontalo ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten kota, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Gorontalo. Sehingga bisa keluar dari lima besar provinsi termiskin di Indonesia," tegasnya.
Ismail pun berharap, dengan adanya momentum peringatan hari lahir Provinsi Gorontalo ini, bisa membawa perubahan dan kemajuan di masa akan datang.
Sekadar informasi, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa angka kemiskinan penduduk Gorontalo turun 15,15 persen.
Angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo ini menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhanif, tergolong cepat dibandingkan angka kemiskinan nasional.
Adapun garis kemiskinan di Provinsi Gorontalo naik sekitar 1,66 persen didorong oleh faktor inflasi.
Sementara, persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 15,15 persen, turun 0,36 poin dari September 2022 dan menurun lagi 0,27 poin terhadap Maret 2022.
Jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada Maret 2023 mencapai 183,71 ribu orang. Jika dibandingkan dengan September 2022, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 3,64 ribu orang.
Kemudian, jika menurut tempat tinggal pada periode September 2022 - Maret 2023, jumlah penduduk miskin perkotaan turun sebesar 0,28 ribu orang. Sementara, wilayah pedesaan turun sebesar 3,35 ribu orang.
Adapun Persentase kemiskinan wilayah perkotaan turun dari 4,49 persen menjadi 4,47 persen. Sementara, pedesaan turun dari 24,52 persen menjadi 23,73 persen. (*)