Senin, 23 Maret 2026

Human Interest Story

Agus Jusuf Pilih Mundur dari Pegawai Bank, Fokus Bangun Usaha Roti 

Agus Jusuf (43), seorang pria berdarah Gorontalo tulen, memutuskan mundur dari pekerjaannya sebagai pegawai bank, demi mengejar

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Agus Jusuf Pilih Mundur dari Pegawai Bank, Fokus Bangun Usaha Roti 
TRIBUNGORONTALO/HUSNUPUHI
Agus Jusuf (43) mantan pegawai bank yang rela keluar untuk bangun usaha roti. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Agus Jusuf (43), warga Gorontalo memutuskan mundur dari pekerjaannya sebagai pegawai bank, demi mengejar passionnya dalam membangun usaha roti. 

Keputusan Agus itu diambil setelah berbagai pertimbangan yang membuatnya ingin mengejar impian dan minat yang selama ini terpendam.

Agus mengakhiri karirnya di salah satu bank konvensional Gorontalo itu sejak 2014 lalu. Kemudian, dia menikah terlebih dahulu bersama isterinya yang masih memiliki darah Sulawesi Tengah.

"Jadi pegawai bank itu 2008 lalu, keluar di 2014. Hanya enam tahun itu. Kemudian saya putuskan untuk nikah," ucapnya kepada TribunGorontalo.com di rumah produksinya, Sabtu (25/11/2023).

Kata Agus, ia mulai membuat roti itu dari isterinya tercinta yang memang handal dalam membuat segala macam masakan. 

Secara tak sengaja, Agus mencium aroma bahan roti yang dibuat oleh isterinya itu.

Sehingga, ia menghampiri dapur dan melihat isterinya sedang mengolah bahan-bahan untuk dijadikan roti.

"Maitua (isteri) ini memang jago masak, karena dulunya, ibunya punya usaha ketring. Nah, pas dia (isterinya) buat roti, di situ muncul ketertarikan saya untuk buat usaha roti," jelasnya.

Sebab, bagi Agus, roti yang dibuat isterinya itu banyak dipuji-puji oleh keluarganya hingga kerabatnya.

Malahan, ada beberapa rekannya ingin langsung memesan roti yang dibuat oleh isterinya itu.

Karena itu, Agus mulai berpikir, bahwa momen tersebut bisa dijadikan suatu kesempatan yang baik untuk mendapatkan penghasilan kesehariannya.

"Dari situ, saya mulai belajar sama isteri saya untuk membuat roti. Ya cukup lama juga belajarnya," imbuhnya.

Singkat cerita, setelah ia mengetahui teknik rahasia cara membuat roti dari isterinya. Dengan berani, Agus menjual hasil buatan rotinya kepada keluarganya.

Memang di awal ia memulai buka usaha roti itu dari orang terdekatnya, ia baru berani menjual roti itu kepada keluarganya.

Kebetulan, beberapa keluarganya itu sempat memberikan roti yang dijual Agus ke teman-temannya.

Teman-teman keluarga Agus itu pun menanyakan, bahwa roti itu siapa yang jual dan harganya berapa.

Tentu pertanyaan itu membuat pelanggan Agus semakin banyak. Agus pun mulai berani menjual roti hasil buatannya ke teman-teman keluarganya.

"Karena sudah banyak yang nanya, akhirnya saya beranikan diri untuk jual roti ini di teman-temannya keluarga saya," ucapnya.

Meskipun usaha rotinya masih rumahan, belum punya toko tersendiri. Agus tetap menjual rotinya dengan tempat seadanya.

Bagaimana tidak, kini konsumennya semakin bertambah. Sehari saja, Agus bisa memproduksi rotinya 100 - 200 pcs.

Nama usahanya ini Ryu Bread House, sebuah nama yang diambil dari anaknya yang bernama Ryu Al Ghazali Jusuf.

"Kalau orderan itu yang masuk 100 - 200 pcs per harinya. Tapi itu tidak tiap hari juga orang yang memesan," ujarnya sambil menata bahan-bahan roti yang siap dipanggang.

Agus mematok satu picis rotinya dengan harga Rp. 6 - 7 ribu. Jika dihitung perhari dengan capaian jumlah orderan seperti itu.

Artinya, sehari Agus bisa mendapatkan uang sebanyak Rp. 6 - 7 juta.

"Ya alhdulillah, lumayan pendapatannya. Karena orderan yang banyak begitu, saya sampai beli tempat panggang roti yang besar. Sesuai dengan jumlah pesanan yang kami terima," pungkasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved