Kota Gorontalo

MI Al Wathaniyah Kota Gorontalo Masukkan Binte Biluhuta dalam Program Kewirausahaan

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al wathaniyah mengangkat makanan khas Gorontalo, Binte Biluhuta dalam kegiatan Kewirausahaan Proyek Penguatan Profil Pelajar

Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Ist
Kuliner Gorontalo - Binte Biluhuta 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al wathaniyah memasukkan makanan khas Gorontalo, Binte Biluhuta dalam kegiatan Kewirausahaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka.

MI Al Wathaniyah Kota Gorontalo adalah satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) yang baru saja menerapkan Kurikulum Merdeka pada 2023 ini.

Sebagai bagian dari proses implementasi belajar-mengajar dalam bingkai Kurikulum Merdeka, MI Al Wathaniyah telah merancang program kegiatan P5 atau kegiatan Kewirausahaan dan kearifan lokal.

“Untuk semester satu, kami mengangkat tema Kewirausahaan, di mana siswa akan memasak, lalu menjual makanan tradisional Gorontalo yakni Binte Biluhuta atau Milu Siram,” jelas Nurhayati Suleman, Humas MI Al Wathaniyah, kepada TribunGorontalo.com, Jumat (24/11/2023).

MI Al Wathaniyah Kota Gorontalo
MI Al Wathaniyah Kota Gorontalo adalah satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) yang baru saja menerapkan Kurikulum Merdeka pada 2023 ini.

Kata dia, kegiatan proyek ini akan difokuskan pada siswa kelas satu dan empat. Sebelumnya, sudah dilaksanakan kegiatan serupa, dan mendapat respons baik dari para siswa. 

“Kalo dilihat, anak-anak itu biasanya tidak begitu tertarik dengan milu siram. Tapi di kegiatan sebelumnya, saat mereka buat milu siram sama-sama, akhirnya mereka jadi suka, milu siram yang mereka buat itu akhirnya habis, bahkan mereka minta tambah,” tutur Nurhayati.

Tidak hanya makanan tradisional, di kegiatan Proyek ini, siswa juga akan memasak dan menghidangkan makanan modern, yakni Nasi Nugget.

Proyek P5 semester satu tersebut akan diselenggarakan pada Senin (4/12/2023) mendatang, di Halaman MI Al Wathaniyah, Jalan Sultan Botutihe, Kota Gorontalo.

Sementara untuk semester dua nanti, Nurhayati mengatakan, kegiatan Proyek P5 akan difokuskan pada tema Kearifan Lokal yakni mengenal kerajinan khas Gorontalo, kain Kerawang atau Karawo.

“Mereka bisa melihat bagaimana proses membuat kain karawo, dan terakhir mereka akan memperagakan busana karawo itu. Jadi, baru dua program proyek P5 yang akan digelar. Karena tahun ini kami masih tahap awal,” terangnya.

P5 salah satu program untuk merealisasikan Profil Pelajar Pancasila dalam individu peserta didik.

Profil Pelajar Pancasila sendiri adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Lebih lanjut dalam Modul Pengembangan P5, dijelaskan bahwa P5 merupakan Projek Lintas Disiplin Ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan.

Terdapat enam nilai yang hendak ditanamkan dalam individu peserta didik melalui P5 yakni, Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Berkebinekaan Global, Bernalar Kritis, Bergotong-Royong, Kreatif.

Nurhayati mengatakan, untuk tahun ini, MI Al Wathaniyah fokus pada tiga nilai.

“Untuk kegiatan proyek tema kewirausahaan, tidak penting laku atau tidak, yang penting anak-anak melakukan aktivitas yang mengandung nilai-nilai dalam P5, saat ini kami fokus menanamkan nilai mandiri, kreatif, dan gotong-royong,” tutupnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved