Rabu, 11 Maret 2026

Calon Wali Kota Gorontalo

Ryan Kono dan Meyke Camaru Ditugaskan DPP Golkar terkait Pencalonan Wali Kota Gorontalo

Diketahui, Ryan F Kono menjabat sebagai Wakil Wali Kota Gorontalo, dan Meyke Camaru menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Ryan Kono dan Meyke Camaru Ditugaskan DPP Golkar terkait Pencalonan Wali Kota Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/PRAILLA KARAUWAN
Kepala Bidang OKK Partai Golkar Kota Gorontalo Erwin Rauf 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ryan Kono dan Meyke Camaru ditugaskan DPP Golkar terkait pencalonan Wali Kota Gorontalo,

Nama tersebut sesuai usulan DPD II Golkar Gorontalo dalam hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

Diketahui, Ryan F Kono menjabat sebagai Wakil Wali Kota Gorontalo, dan Meyke Camaru menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) Partai Golkar Kota Gorontalo Erwin Rauf,  mengatakan enam orang yang diputuskan sesuai hasil rakerda.

Empat nama untuk calon gubernur dan dua nama untuk calon Wali Kota Gorontalo.

"Enam nama ini berdasarkan hasil rakerda yang pada waktu itu memutuskan beberapa calon gubernur dan wali kota," ujarnya kepada TribunGorontalo.com pada Kamis (23/11/2013)

Enam nama tersebut sesuai hasil rakerda, sudah dirapatkan oleh pengurus Partai Golkar ditingkat Kota Gorontalo untuk selanjutnya direkomendasikan ke tingkat Provinsi.

"Itu Provinsi sudah mengirimkan ke pusat," lanjutnya.

Selanjutnya dari pusat, mereka akan dilihat tingkat elektabilitasnya untuk maju sebagai calon kepala daerah di Pilwako 2024 nanti.

Saat ini keenam kader itu telah mendapatkan surat penugasan dari pusat untuk dapat sosialisasikan diri kepada masyarakat.

"Mereka sudah mendapatkan surat penugasan untuk dapat mensosialisasikan diri menjadi kepala daerah untuk menaikkan elektabilitasnya tingkat keterpilihannya itu menjadi lebih bagus," ujarnya.

Dia mengungkapkan keenam kader tersebut yakni Ryan F Kono dan Meyke Camaru untuk Calon Wali Kota Gorontalo.

Sedangkan kader untuk mengikuti pemilihan Gubernur Gorontalo yakni Marten Taha, Roem Kono, Idah Syahidah, dan Syarif Mbuinga.

"Itu juga dari hasil rakerda yang sudah kita tempuh dan juga sudah dikirim ke DPD 1 dan sudah di kirim ke DPP," jelasnya.

Lalu, ditingkat DPP melihat lagi yang mana yang cocok untuk maju di Pilkada nanti.

Setelah enam anggota ini mendapatkan surat penugasan, mereka harus mencermati langkah apa saja yang akan diambil untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Mereka pun telah melewati survei yang melihat tingkat elektabilitasnya dalam masa jabatan yang sekarang dan juga untuk menaikkan elektabilitasnya.


"Survei itu tergantung dari ketua DPD II atau tergantung pada masing-masing calon," tutupnya
 
Marten Taha Dapat Surat Perintah Pencalonan Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar

Ketua DPD Golkar Kota Gorontalo sekaligus Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memperoleh surat perintah pencalonannya Gubernur Gorontalo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar

Dalam surat perintah, Marten diberikan tiket sebagai calon Gubernur melalui mekanisme penjaringan internal Partai Golkar. 

Hal ini menegaskan bahwa Wali Kota Gorontalo dua periode itu telah diterima sebagai kandidat yang direkomendasikan oleh partai untuk bertarung pada Pilkada 2024 mendatang.

Kata Marten, bahwa mekanisme pencalonannya itu melalui pengusulan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gorontalo.

"Sesuai hasil keputusan dari partai secara berjenjang dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga DPD I dan II melalui Rakerda dan Musda, nama saya itu diusulkan sebagai salah satu kandidat untuk dicalonkan sebagai Gubernur Gorontalo," ujar Marten kepada TribunGorontalo.com melalui telepon selular, Rabu (22/11/2023).

Kemudian, hasil keputusan dan kesepakatan itu diusulkan ke DPP Partai Golkar untuk menentukan apakah nama yang diusulkan sesuai dengan yang diinginkan pihak partai.

"Kan yang menentukan itu DPP, yang di daerah itu hanya mengusulkan," imbuhnya.

Pada Selasa (20/11/2023) hari kemarin, nama-nama yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo itu dipanggil oleh pihak DPP.

Terdapat empat kandidat nama yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo. Salah satunya, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

"Hari kemarin, kami sudah dipanggil oleh DPP, dan kami telah menerima surat perintah tugas (Sprint) itu," ucapnya.

Atas sprint yang diterima itu, Marten pun siap melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh DPP Golkar.

Adapun tugas yang akan dilakukan oleh Marten dalam Sprint tersebut meliputi mensukseskan Pileg maupun Pilpres 2024 yang didukung oleh Partai Golkar.

Kemudian, melakukan sosialisasi diri ke masyarakat Gorontalo dan ketemu dengan para konstituen.

"Tugas-tugas ini pasti akan dievaluasi, tentunya DPP akan menurunkan tim. Apakah setelah diberikan tugas ini, yang bersangkutan telah melakukan tugasnya atau tidak, dan ini dalam meningkatkan elektabilitas para penyalon," jelasnya.

Dengan begitu, Wali Kota Gorontalo dua periode itu mengartikan surat perintah itu sebagai tiket menuju Gubernur Gorontalo.

"Ini kan tiket, tiket itu belum berarti apa-apa dan tidak bisa digunakan jika belum ada boarding pass," canda Marten dalam sambungan telepon.

Dengan adanya tiket tersebut, Marten menganggap bahwa ia telah melampaui titik aman ke dua.

Di mana titik aman pertama, pihak DPD Golkar Gorontalo telah mengusulkan namanya sebagai calon Gubernur Gorontalo.

"Katakanlah ini sudah di titik aman ke dua, masih ada ke tiga, empat dan lima. Hingga benar-benar saya dicalonkan sebagai Gubernur Gorontalo," pungkasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved