Rabu, 4 Maret 2026

Calon Gubernur Gorontalo

Marten Taha Dapat Tiket Calon Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar, Ini Respons Nelson Pomalingo

Bupati Gorontalo Neslon Pomalingo merespons kabar Marten Taha mendapatkan tiket berupa surat perintah pencalonan Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar.

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Marten Taha Dapat Tiket Calon Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar, Ini Respons Nelson Pomalingo
KOLASE TRIBUNGORONTALO
Marten Taha dan Nelson Pomalingo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo-- Bupati Gorontalo Neslon Pomalingo merespons kabar Marten Taha mendapatkan tiket berupa surat perintah pencalonan Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar.

Diketahui, nama Neslon Pomalingo dan Marten Taha santer disebut sebagai calon Gubernur Gorontalo. Nelson adalah Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo sedangkan Marten Taha adalah Wali Kota Gorontalo sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo.

Keduanya adalah kepala daerah yang sudah menjabat 2 periode di daerah masing-masing.

Neslon Pomalingo memberikan ucapan selamat kepada Marten.

"Setiap orang punya hak politik, baik dipilih maupun memilih. Saya ucapkan selamat kepada beliau," kata Neslon, Rabu (23/11/2023).

Nelson juga menyebut jika hal tersebut baru proses awal, sehingga menurutnya perlu untuk menunggu perkembangan selanjutnya.

"Karena pilkada ini masih kurang lebih enam bulan lagi, jadi saya mungkin masih akan fokus ke tugas-tugas di daerah," ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini telah dimandatkan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi calon gubernur.

"Dua tahun lalu saya ditetapkan sebagai calon tunggal oleh partai saya melalui musyawarah wilayah," terangnya.

"Namun yang paling penting sebelum ke sana, harus sukses dulu saya sebagai bupati," tandasnya.

Marten Taha Dapat Surat Perintah Pencalonan Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar

Ketua DPD Golkar Kota Gorontalo Marten Taha memperoleh surat perintah pencalonannya Gubernur Gorontalo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar

Dalam surat perintah, Marten diberikan tiket sebagai calon Gubernur melalui mekanisme penjaringan internal Partai Golkar. 

Hal ini menegaskan bahwa Wali Kota Gorontalo dua periode itu telah diterima sebagai kandidat yang direkomendasikan oleh partai untuk bertarung pada Pilkada 2024 mendatang.

Kata Marten, bahwa mekanisme pencalonannya itu melalui pengusulan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gorontalo.

"Sesuai hasil keputusan dari partai secara berjenjang dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga DPD I dan II melalui Rakerda dan Musda, nama saya itu diusulkan sebagai salah satu kandidat untuk dicalonkan sebagai Gubernur Gorontalo," ujar Marten kepada TribunGorontalo.com melalui telepon selular, Rabu (22/11/2023).

Kemudian, hasil keputusan dan kesepakatan itu diusulkan ke DPP Partai Golkar untuk menentukan apakah nama yang diusulkan sesuai dengan yang diinginkan pihak partai.

"Kan yang menentukan itu DPP, yang di daerah itu hanya mengusulkan," imbuhnya.

Pada Selasa (20/11/2023) hari kemarin, nama-nama yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo itu dipanggil oleh pihak DPP.

Terdapat empat kandidat nama yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo. Salah satunya, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

"Hari kemarin, kami sudah dipanggil oleh DPP, dan kami telah menerima surat perintah tugas (Sprint) itu," ucapnya.

Atas sprint yang diterima itu, Marten pun siap melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh DPP Golkar.

Adapun tugas yang akan dilakukan oleh Marten dalam Sprint tersebut meliputi mensukseskan Pileg maupun Pilpres 2024 yang didukung oleh Partai Golkar.

Kemudian, melakukan sosialisasi diri ke masyarakat Gorontalo dan ketemu dengan para konstituen.

"Tugas-tugas ini pasti akan dievaluasi, tentunya DPP akan menurunkan tim. Apakah setelah diberikan tugas ini, yang bersangkutan telah melakukan tugasnya atau tidak, dan ini dalam meningkatkan elektabilitas para penyalon," jelasnya.

Dengan begitu, Wali Kota Gorontalo dua periode itu mengartikan surat perintah itu sebagai tiket menuju Gubernur Gorontalo.

"Ini kan tiket, tiket itu belum berarti apa-apa dan tidak bisa digunakan jika belum ada boarding pass," canda Marten dalam sambungan telepon.

Dengan adanya tiket tersebut, Marten menganggap bahwa ia telah melampaui titik aman ke dua.

Di mana titik aman pertama, pihak DPD Golkar Gorontalo telah mengusulkan namanya sebagai calon Gubernur Gorontalo.

"Katakanlah ini sudah di titik aman ke dua, masih ada ke tiga, empat dan lima. Hingga benar-benar saya dicalonkan sebagai Gubernur Gorontalo," pungkasnya. (Jian/Husnul)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved