Bank Indonesia
Masuk Kurikulum, Bank Indonesia Ingin Siswa se-Gorontalo Mahir Gunakan QRIS
Bank Indonesia ingin para siswa se-Gorontalo bisa mahir menggunakan pembayaran sistem Quick Respons Code Indonesian Standard (QRIS).
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Qris-BI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bank Indonesia ingin para siswa se-Gorontalo bisa mahir menggunakan metode pembayaran Quick Respons Code Indonesian Standard (QRIS).
Atas alasan ini, BI bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk memasukkan QRIS ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolahan.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Dian Nugraha.
Dian mengatakan pihak Bank Indonesia terus menggenjot target pengguna baru QRIS menjelang akhir tahun 2023.
"Jadi nantinya para siswa itu mulai diberikan pemahaman mulai dari manfaat penggunaan QRIS, dan bagaimana cara menggunakannya," ujarnya.
Mereka pun mengajak kerja sama dinas-dinas se-Provinsi Gorontalo.
"Sehingga termasuk juga dinas-dinas yang ada di kabupaten dan kota," katanya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo disebut menargetkan 50ribu pengguna baru QRIS di Gorontalo.
Baca juga: UMP Gorontalo Tahun 2024 Bakal Naik, Karyawan Toko di Pohuwato Sumringah: Banyak Kebutuhan Wanita
Saat ini pencapaian mereka masih di bawah 75 persen dari target 100 persen di tahun 2023.
"Sampai bulan September kami masih berada dibawah 75 persen," ungkap Dian.
Keberadaan QRIS dianggap menjadi kemudahan dalam melakukan transaksi.
Targetnya, menurut Dian, pola pikir digital akan menjadi keseharian bagi masyarakat Gorontalo.
"Salah satunya adalah sudah kebiasaan menggunakan QRIS," jelasnya.