Liga Premier
Man City Bisa Kehilangan Gelar Liga Premier? Hukuman FFP Dianalisis, Arsenal Menanti Putusan
Meskipun mereka kini berada di zona degradasi, keputusan tersebut masih membuat mereka unggul atas Burnley dalam klasemen berkat selisih gol yang lebi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Man-City-saat-mengangkat-trophy-kemenangan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bola -- Berita mengejutkan datang dari Liga Premier Inggris setelah Everton terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) dan dihukum dengan pengurangan 10 poin.
Meskipun mereka kini berada di zona degradasi, keputusan tersebut masih membuat mereka unggul atas Burnley dalam klasemen berkat selisih gol yang lebih baik.
Everton sendiri telah mengumumkan niat untuk mengajukan banding terhadap hukuman ini.
Kondisi ini menjadi sorotan utama di jagat sepakbola Inggris, khususnya bagi para pendukung Arsenal.
Mereka tengah menantikan hasil penyelidikan FFP terkait Manchester City, setelah diumumkan pada Februari bahwa klub tersebut dihadapkan pada lebih dari 100 pelanggaran aturan keuangan oleh Liga Premier, setelah empat tahun penyelidikan intensif.
"Sehubungan dengan Aturan W.82.1 Liga Premier, Liga Premier mengkonfirmasi bahwa hari ini telah merujuk sejumlah dugaan pelanggaran Aturan Liga Premier oleh Manchester City Football Club (Klub) ke sebuah Komisi di bawah Aturan W.3.4 Liga Premier," ungkap Otoritas Liga Premiere.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa komisi yang akan menangani kasus ini bersifat independen dari Liga Premier dan klub-klub anggota.
Prosesnya akan bersifat rahasia dan dilaksanakan secara privat, sesuai dengan aturan Liga Premier.
Martyn Ziegler, penulis dari The Times, sebelumnya telah menyatakan bahwa jika pelanggaran-pelanggaran ini terbukti, Man City bisa menghadapi pengurangan poin, serupa dengan hukuman yang diterima Everton, atau bahkan risiko dikeluarkan dari Liga Premier.
Pertanyaan pun muncul, bagaimana Arsenal akan terpengaruh jika Man City mendapat hukuman.
Pengurangan poin bagi City bisa memberikan keuntungan besar bagi Mikel Arteta dan timnya dalam persaingan memperebutkan gelar Liga Premier musim ini.
Meskipun demikian, mengingat lebih dari 115 pelanggaran FFP yang diduga mencakup periode sembilan tahun, dari musim 2009-10 hingga 2017-18, kemungkinan besar gelar Liga Premier musim lalu tidak akan dicabut dari Man City.
Pembaruan dari The Independent sebelumnya menunjukkan bahwa para pihak terlibat meragukan adanya hukuman yang bersifat retrospektif atau mencakup masa lampau, seperti pencabutan gelar.
Sementara itu, juara bertahan Liga Premier, Man City, telah menegaskan bahwa mereka menyambut baik tinjauan tersebut.
"Pada 6 Februari 2023, sesuai dengan Aturan W.82.1 Liga Premier, Liga Premier merujuk sejumlah dugaan pelanggaran Aturan Liga Premier oleh Manchester City Football Club ke Komisi di bawah Aturan W.3.4 Liga Premier," kata otoritas Man City.
Klub ini menegaskan bahwa mereka menyambut tinjauan ini dengan harapan bahwa komisi yang independen akan mempertimbangkan bukti-bukti yang ada secara adil.(*)