DPRD Provinsi Gorontalo

DPRD Provinsi Gorontalo Gelar Pasar Murah di Boalemo dan Pohuwato

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ismail Alulu dan Nikma Tahir menggelar pasar murah di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.

Humas DPRD Provinsi Gorontalo
Ismail Alulu dan Nikma Tahir, anggota DPRD Provinsi Gorontalo saat foro bersama masyarakat saatpasar murah   

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ismail Alulu dan Nikma Tahir menggelar pasar murah di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.

Mereka melaksanakan pasar murah yang bertempat di Desa Pentadu Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Kegiatan ini dalam rangka pengendalian inflasi, stabilisasi harga dan merupakan membantu masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan di Gorontalo.

Pasar murah ini merupakan program rutin yang dilaksanakan bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo.

Hal itu terbukti dari tahun 2022 kemarin, pemerintah berhasil melaksanakan pasar murah di 55 titik dan di tahun 2023 ini sudah mencapai 29 titik.

"Ini program rutin pemerintah provinsi Gorontalo. Di 2022 kemarin kita melaksanakan di 55 titik dan di tahun 2023 hari ini merupakan pelaksanaan di titik yg ke 29," ujar Ismail Alulu saat memberikan sambutan pembuka pasar murah tersebut

Kata Ismail, program pasar murah akan tetap rutin di adakan. Tidak menyangkut dalam hal apa saja.

"Baik itu ada pemilu maupun tidak ada pemilu, ada lebaran atau tidak ada lebaran tetap kita laksanakan," lanjutnya.

Ada empat bahan pokok yang bisa masyarakat dapatkan dengan harga Rp 20 ribu yakni beras 5 Kilogram, minyak goreng satu liter sehrga Rp 4 ribu, 1/2 kg bawang merah Rp 3 ribu dan cabai merah 1/4 kg seharga Rp 2 ribu.

Harga yang ditawarkan begitu rendah membuat masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan makanan dipassr murah tersebut.

Sehingganya masyarakat rela berdesak-desakkan menunggu nama mereka dipanggil untuk menerima kupon yang akan ditukarkan dengan empat komoditi tersebut.

Ismail Alulu yang melihat fenomena tersebut langsung memberi arahan melalui sambutannya agar masyarakat tidak perlu berdesak-desakkan mengantre untuk mendapatkan kupon tersebut.

Kata Ismail, mekanisme pemberian kupon adalah dari panitia akan memanggil nama-nama yang sudah terdaftar, lalu panitia tersebut akan mencocokkan KTP dengan nama yang dipanggil. Jika sudah cocok maka warga tersebut akan diberi kupon.

"Tidak usah berdesak-desakan bapak ibu. Yakinlah yang sudah dapat kupon yang sudah terdaftar pasti dapat itu 4 komoditi," ujarnya.

Karena nama-nama tersebut sebelumnya telah di data oleh panitia, makanya masyarakat tidak perlu berdesak-desakan.

"Yang jelas ini sifatnya didahului dengan data. Kalau sudah masuk di data tidak perlu lagi kita harus berdesak-desakan. Jadi jgn merasa harus kita mo dapa duluan. Tunggu saja dimana biar nanti dia undang karena disitu sudah ada data masing-masing," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved