Senin, 16 Maret 2026

Bandara Pohuwato

Resmi! Bupati Sepakat Bandara Pohuwato Gorontalo Dinamai "Panua Pohuwato"

Nama ini dipilih setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Kecamatan dan Desa, serta masyarakat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Resmi! Bupati Sepakat Bandara Pohuwato Gorontalo Dinamai "Panua Pohuwato"
gMaps/rhafiza channel
Landasan Pacu Bandara Pohuwato yang disepakati namanya jadi Panua Pohuwato. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa -- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, resmi menetapkan nama "Panua Pohuwato" untuk bandar udara yang berada di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan.

Nama ini dipilih setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Kecamatan dan Desa, serta masyarakat Pohuwato.

Menurut Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, nama Panua Pohuwato dipilih karena mewakili segala hal yang ada di Kabupaten tersebut. 

"Dari pariwisata, cagar alam, hingga budaya, semuanya ada di Pohuwato," kata Saipul. 

Ia menjelaskan lebih rinci, bahwa penamaan Panua Pohuwato merujuk pada sesuatu yang luas dan terbuka. 

"[Jadi nama ini] sangat tepat untuk menggambarkan Kabupaten Pohuwato yang memiliki potensi luar biasa," tambah tegas Saipul. 

Naker Ismail, Pengurus Asosiasi 101 Desa Pohuwato, mengatakan bahwa nama Panua Pohuwato juga merupakan aspirasi dari masyarakat Pohuwato.

Masyarakat Pohuwato menginginkan nama bandara yang bisa menjadi ikon kabupaten itu. 

"Nama Panua Pohuwato dianggap mewakili harapan masyarakat tersebut," kata Nakir.

Bandara Panua Pohuwato dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2024 mendatang.

Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.600 meter dan lebar 30 meter.

Bandara ini akan melayani penerbangan dari dan ke Gorontalo, Manado, dan Makassar.

Dengan penetapan nama Panua Pohuwato, diharapkan bandara ini dapat menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Pohuwato.

Terutama, diharapkan menjadi pintu gerbang bagi kemajuan Kabupaten Pohuwato.

Sebagaimana diketahui, proyek pengerjaan Bandara Pohuwato menelan dana sebesar Rp 100 miliar. 

Dana tersebut meliputi penambahan penimbunan lokasi bandara, 

Termasuk perbaikan landasan pacu sepanjang kurang lebih 1200 meter.

Bandara Pohuwato akan menjadi satuan pelayanan di bawah Bandara Pogogul Buol, Sulawesi Tengah. 

Bandara ini telah dirintis pada pemerintahan Bupati Pohuwato sebelumnya atau sekitar 15 tahun lalu.

Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung pada awal tahun 2024.

Beberapa waktu lalu Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya meminta pembangunan Bandara Pohuwato diperhitungkan dengan baik. 

Ia meminta, agar Bandara Pohuwato dibangun untuk digunakan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. 

Artinya, pembangunanya haruslah memikirkan anak cucu, tidak sekadar dibangun untuk zaman sekarang. 

“Sebelum ada pemukiman dan macam-macam di daerah sana silahkan diperhitungkan dari sekarang. Misalnya di daerah sekitar ada hutan lindung dan lain sebagainya. Perhitungkan semuanya dengan baik untuk 30 atau bahkan 40 tahun ke depan,” kata Ismail saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala – Kepala Balai Kementerian Perhubungan wilayah Gorontalo di Aula Rujab Gubernur, Minggu (28/5/2023).

Penjagub Ismail menilai kehadiran bandara Pohuwato bisa menjadi masalah setelahnya jika tata ruang tidak direncanakan dengan baik. 

Dinas PUPR-PKP, Bapppeda, Kemenhub dan Pemda setempat diminta memetakan kebutuhan ruang dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi di masa depan.

“Saya lihat yang ada sekarang ya hanya kebutuhan sekarang. Kita jangan hanya membangun yang bisa kita nikmati, kita harus membangun yang bisa anak cucu kita nikmati. Maka kita perlu memperhitungkan semuanya, kesiapan lahan bermasalah di bagian mana semua harus selesaikan,” tegasnya.

Pembukaan rute baru pesawat dari dan ke Pohuwato juga diminta segera disiapkan. 

Perlu ada koordinasi dengan pemerintah pusat dan maskapai supaya bandara itu bisa berfungsi tidak saja dibangun secara fisik.

Rapat koordinasi ini turut menghadirkan tujuh orang Kepala Balai dan UPTD kantor Kementerian Perhubungan wilayah Gorontalo, juga kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro. ADV Pemprov Gorontalo. ADV Pemprov Gorontalo.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved