TribunHIS
Jarham, 20 Tahun Jadi Sopir Angkot Gorontalo, Pernah Buka Kursus Komputer dan Kerja di Kapal Laut
Jarham adalah sopir angkutan kota (angkot). Usianya yang kini menginjak 55 tahun bukan jadi penghalang untuk mengais rezeki.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Maraknya taxi dan ojek online (ojol) tidak membuat Jarham Nurhamidin menyerah menjadi sopir konvensional.
Jarham adalah sopir angkutan kota (angkot). Usianya yang kini menginjak 55 tahun bukan jadi penghalang untuk mengais rezeki.
Betisnya masih kuat menekan rem dan gas. Tangannya masih cukup megang setir. Meliuk di tengah padatnya kendaraan Kota Gorontalo.
Saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Jarham mengaku pernah buka usaha sendiri. Sebelum kemudian ia memutuskan jadi sopir angkot.
"Saya bekerja sebagai Sopir angkot, sebab menurut saya ini masih jadi peluang strategis untuk dijadikan sebagai mata pencaharian," kata Jarham kepada TribunGorontalo.com, Rabu (1/11/2023).
Jarham berangkat dari Isimu, Kabupaten Gorontalo, menuju Kota Gorontalo untuk mencari penumpang. Ia sudah melakoni profesi Sopir angkot ini sejak 2004.
"Saya sempat buka usaha pendidikan luar sekolah atau kursus. Kursus komputer," ungkap Jarham.
Bukan tanpa bekal wawasan, Jarham dulu bertekad membuka usaha sendiri, sebab ia sudah mempelajari keterampilan tersebut.
"Saya dulu pernah kursus di Surabaya, setelah mencoba bekerja di Kapal Laut," kata pria Isimu itu.
Rupanya Jarham adalah lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM). Setelah lulus, ia merantau bekerja di Surabaya, Jawa Timur.
Ia bekerja di satu Kapal Laut, bertanggungjawab pada posisi operasional listrik kapal, sesuai jurusannya saat di STM.
Alasannya berhenti bekerja di posisi tersebut, sebab ia merasa tantangannya terlalu besar untuknya. Kemudian ia memilih untuk belajar di pendidikan luar sekolah.
"Setelah saya menguasai keterampilan komputer, saya pulang ke Gorontalo, membuka usaha sendiri," kata Jarham.
Namun, bisnisnya itu kandas saat harga kontrakan di Gorontalo mulai naik. Mengingat saat itu Gorontalo sedang dalam tahap pembangunan awal sebagai provinsi baru.
Dari situlah, akhirnya ia mengalihkan modal yang sudah ia kumpulkan untuk membeli mobil angkutan kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jarham-Nurhamidin_Sopir-Angkot-Gorontalo.jpg)