Mahasiswa IAIN Meninggal
BREAKING NEWS: 13 Organisasi Kawal Pengusutan Kasus Kematian Mahasiswa Baru IAIN Gorontalo
Bersama keluarga korban dan kuasa hukum, perwakilan 13 organisasi yang terhimpun dalam Koalisi Anti Kekerasan (Karas) mendatangi Polda Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-10-31_Potret-Polda-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 13 organisasi mengawal kasus meninggalnya mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Bersama keluarga korban dan kuasa hukum, perwakilan 13 organisasi yang terhimpun dalam Koalisi Anti Kekerasan (Karas) mendatangi Polda Gorontalo.
Aksi ini sebagai bagian dari mempertanyakan kinerja Polda Gorontalo mengusut kasus tersebut. Sebab menurut perwakilan koalisi ini, sejak dilaporkan 3 Oktober 2023 lalu, kasus ini belum juga memiliki progres yang baik.
"Ini bukan aksi masa, melainkan pengawalan kasus bersama kuasa hukum dan keluarga korban," ungkap Arief Abas kepada TribunGorontalo.com, Selasa (31/10/2023).
Arief menyebut sejauh ini, sejak dilakukan tahap penyelidikan, perkembangan kasusnya dinilai belum ada progres.
"Bahkan ketika kasus ini dilimpahkan ke Polres Bone Bolango, perkembangan yang kita dapat hanya pemeriksaan saksi-saksi yang terkonfirmasi sekitar 70-an orang," rincinya.
"Namun belum ada pihak yang ditersangkakan untuk masuk ke tahap penyidikan. sehingga bagi kami ini perlu ada kejelasan," timpalnya.
Sejalan dengan itu, Faisal Saidi yang juga bagian dari koalisi karas, menegaskan bahwa secara normatif kasus tersebut harusnya sudah masuk ke tahap penyidikan.
Memasuki 30 hari sejak laporan tersebut naik, Faisal menerangkan bahwa harusnya sudah ada perkembangan.
Meski begitu, dirinya bersama koalisi tidak menaruh kecurigaan bahwa kasus tersebut dipolitisasi oleh oknum atau pihak tertentu.
Faisal justru menyayangkan kinerja Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Sejak dibentuk, TPF belum juga merilis progres dan perkembangan hasil investigasi. Terakhir dirinya berharap aksi pengawalan ke Polda Gorontalo berbuah hasil.
"Bagi kami ini pengungkapan kasus ini perlu sesegera mungkin diselesaikan," tandasnya. (*)