Cerita Olan Bobihu, Setia Jadi Pengemudi Bentor Gorontalo Sejak 2001
Olan adalah satu dalam angka itu. Bahkan ternyata, kata Olan, ia sudah mengemudikan bentor sejak masa-masa awal bentor marak di Gorontalo.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
Olan juga pernah punya pengalaman mengemudikan bentor online. Tapi tidak dalam jangka waktu yang lama.
Menurut Olan, penghasilan yang diperoleh dari mengemudikan bentor online dan manual, sama saja.
Olan saat ini mangkal di kawasan Pasar Sentral Gorontalo.
Namun, sesekali ia barengi dengan berkeliling jika tidak ada satu pun penumpang yang menggunakan jasanya.
Selain menjadi pengemudi bentor, Olan sempat menjadi penambang.
"Kalau pengalaman kerja, saya dulu pernah menambang di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pernah juga sekali di Pohuwato, bahkan pernah sampai Buol, Sulawesi Tengah," ungkap Olan.
Saat ini, ia fokus mengemudikan bentor sebagai mata pencaharian. Sebab, untuk pilihan transportasi umum di Gorontalo, bentor menjadi primadona.
Ia bertekad mengemudikan bentor untuk mencari penghidupan demi menafkahi istri dan tiga anak bungsunya.
Olan dan istri, dikarunia lima orang anak. Dua yang tertua, sudah berkeluarga. Tiga sisanya sempat bersekolah, tapi diberhentikan, sebab Olan tak sanggup membiayai.
"Kalau anak-anak saya tiga orang ini, sempat sekolah tapi saya berhentikan, karena saya tidak mampu bayar biayanya," kata Olan.
Olan sedang kembali berjuang untuk mendapat penghasilan yang cukup, agar anak-anaknya bisa kembali sekolah.
"Tapi, semoga akan ada rejeki, mereka bisa sekolah lagi," harap Olan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-10-28_Olan-Bobihu-49_pengemudi-bentor.jpg)