Cerita Olan Bobihu, Setia Jadi Pengemudi Bentor Gorontalo Sejak 2001
Olan adalah satu dalam angka itu. Bahkan ternyata, kata Olan, ia sudah mengemudikan bentor sejak masa-masa awal bentor marak di Gorontalo.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Olan Bobihu adalah seorang pria yang menjadikan bentor sebagai alat untuk mengais rezeki.
Pria 49 tahun ini berkeliling Kota Gorontalo, mencari penumpang, lalu pulang untuk menafkahi anak istrinya.
Bentor (becak motor) adalah kendaraan khas beberapa daerah di Sulawesi, termasuk Gorontalo.
Di Gorontalo, menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah bentor pada 2019 mencapai angka 3.220 unit.
Olan adalah satu dalam angka itu. Bahkan ternyata, kata Olan, ia sudah mengemudikan bentor sejak masa-masa awal bentor marak di Gorontalo.
"Saya sudah lama jadi Sopir bentor, sejak awal ada bentor di Gorontalo, kalau tidak salah sekitar tahun 2001," ucapnya.
Selama lebih kurang 20-an tahun menjajaki dunia transportasi Gorontalo yakni bentor, Olan mengaku telah menemui banyak pegalaman.
Satu yang paling ia kenang, belum lama ini, ia pergi ke Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato Gorontalo.
Diketahui jarak tempuh dari Kota Gorontalo ke Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato Gorontalo, adalah 158 Km.
"Baru-baru ini, saya pergi ke Marisa, Pohuwato. Alhamdulillah sepanjang jalan, petugas keamanan tidak menegur saya," kata Olan.
Olan mengatakanan bahwa rupanya bentor tidak dilarang menempuh jarak sejauh itu.
"Petugas keamanan hanya mengingatkan saya agar tetap pakai helm, dan pastikan surat-surat izin mengemudi, lengkap," tambah Olan.
Sedangkan untuk pengalaman buruk, Olan menceritakan bahwa ia pernah ditipu pelanggan.
Kata dia, pernah satu waktu ia sudah mengantarkan pelanggan pada tujuan yang diminta. Namun, pelanggan tidak kembali untuk membayar ongkos jasanya.
"Saya sudah antar sesuai tujuan yang dia mau, saat sampai, katanya mau ambil uang, ternyata tidak balik-balik," kenang Olan sambil tertawa.
Olan juga pernah punya pengalaman mengemudikan bentor online. Tapi tidak dalam jangka waktu yang lama.
Menurut Olan, penghasilan yang diperoleh dari mengemudikan bentor online dan manual, sama saja.
Olan saat ini mangkal di kawasan Pasar Sentral Gorontalo.
Namun, sesekali ia barengi dengan berkeliling jika tidak ada satu pun penumpang yang menggunakan jasanya.
Selain menjadi pengemudi bentor, Olan sempat menjadi penambang.
"Kalau pengalaman kerja, saya dulu pernah menambang di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pernah juga sekali di Pohuwato, bahkan pernah sampai Buol, Sulawesi Tengah," ungkap Olan.
Saat ini, ia fokus mengemudikan bentor sebagai mata pencaharian. Sebab, untuk pilihan transportasi umum di Gorontalo, bentor menjadi primadona.
Ia bertekad mengemudikan bentor untuk mencari penghidupan demi menafkahi istri dan tiga anak bungsunya.
Olan dan istri, dikarunia lima orang anak. Dua yang tertua, sudah berkeluarga. Tiga sisanya sempat bersekolah, tapi diberhentikan, sebab Olan tak sanggup membiayai.
"Kalau anak-anak saya tiga orang ini, sempat sekolah tapi saya berhentikan, karena saya tidak mampu bayar biayanya," kata Olan.
Olan sedang kembali berjuang untuk mendapat penghasilan yang cukup, agar anak-anaknya bisa kembali sekolah.
"Tapi, semoga akan ada rejeki, mereka bisa sekolah lagi," harap Olan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-10-28_Olan-Bobihu-49_pengemudi-bentor.jpg)