Berita Lokal

Deteksi Dini TBC, Warga Binaan Lapas II A Kota Gorontalo Diperiksa Kesehatan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Kota Gorontalo melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga binaan, Jumat (20/10/2023) pagi hari.

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Suasana pengecekan kesehatan di Lapas II A Kota Gorontalo, Jumat (20/10/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Kota Gorontalo melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga binaan, Jumat (20/10/2023) pagi hari.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo, Bagus Kurniawan mengatakan,  pengecekan kesehatan merupakan program nasional.

Sebanyak 347 lapas di seluruh Indonesia menggelar pengecekan kesehatan tersebut terhadap warga binaannya di masing-masing wilayah.

"Kebetulan di Gorontalo ini ada tiga UPTD yang dilakukan pengecekan kesehatannya, di Lapas Pohuwato, Boalemo, dan Kota Gorontalo," ujar Bagus usai membuka kegiatan tersebut.

Menurut Bagus, pengecekan kesehatan massal ini merupakan hak dari seluruh warga binaan.

Pihaknya tak menginginkan, Lapas bakal jadi sarang penyebaran penyakit. Karenanya, pihaknya melakukan tes kesehatan tersebut demi mendeteksi sejak dini kesehatan para warga binaan.

"Jika pada pemeriksaan nanti ditemukan ada yang memiliki penyakit, maka kami akan obati warga binaan tersebut," imbuhnya.

Ia pun menjelaskan, saat pengecekan kesehatan di Lapas Boalemo. Terdapat satu warga binaan yang positif mengalami TBC. Warga itu pun  langsung dipisahkan dari lainnya.

"Itu contohnya, kami temukan ada satu orang yang positif, dan kami pisahkan dari warga binaan lain dan kami lakukan pengobatan," jelasnya.

Kata Bagus, rencananya target pengecekan kesehatan di lapas Kota Gorontalo itu sebanyak 592 warga binaan.

Pengecekan akan berlangsung selama tiga hari, di hari Jumat, Senin, dan Selasa.

"Untuk hari ini targetnya ada 200 orang, begitu juga Senin dan Selasa," imbuhnya.

Baca juga: Kemenkes Temukan 700 Kasus TBC di Indonesia Sepanjang 2022

Di tempat terpisah, dokter khusus Lapas II A Kota Gorontalo Sri Yolanda Djafar mengatakan, pengecekan kesehatan itu dilakukan untuk mendeteksi secara dini penyakit menular terhadap warga binaan.

"Pemeriksaannya ini dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit menular, dalam hal ini TBC," ucap Yolanda.

Tak hanya itu, bahkan pihak lapas juga turut bekerjasama dengan pemerintah setempat, yaitu dinas kesehatan untuk melakukan pengecekan kesehatan penyakit yang tidak menular.

Adapun untuk pemeriksaan penyakit tidak menular dilakukan pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

"Untuk teknis pemeriksaan TBC dilakukan dengan menggunakan alat fase x-ray, habis itu dilakukan pemeriksaan sekutum (lendir)," tutup Yolanda.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved