Ketua Salampuan Gorontalo: Aleg Perempuan Harus Vokal dan Punya Sikap Tegas
Terutama terkait keterwakilan 30 persen perempuan sebagai syarat keikutsertaan partai politik (parpol) pada kontestasi pileg 2024.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/17102023_-Asri-Najmudin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ketua Lembaga Sahabat Anak, Perempuan dan Keluarga (Salampuan), Asriyati Nadjamuddin, memberikan kritik solutif kepada anggota legislatif (aleg) perempuan.
Terutama terkait keterwakilan 30 persen perempuan sebagai syarat keikutsertaan partai politik (parpol) pada kontestasi pileg 2024.
Asri menilai, secara umum rata-rata parpol belum mempunyai program terpadu untuk politisi perempuan.
Program tersebut diorientasikan pada pendidikan politik, peningkatan kapasitas, pengusungan hingga pemenangan perempuan pada kontestasi elektoral.
"Sudah 20 tahun setelah kebijkan afirmsi diadopsi UU parpol, tetap saja mau lihat 30 persen perempuan di struktur pengurus masih sulit dipenuhi," terang Asri kepada tribungorontalo.com, Selasa (17/10/2023).
Menurut Asri, hal ini disebabkan oleh politik kepartaian yang masih belum terbiasa dengan kontestasi gagasan antarpartai.
Berhasil tidaknya perjuangan satu isu, itu ditentukan oleh kekuatan "lobi-lobi", bukan pertarungan ide atau gagasan.
"Perempuan harus vokal, jelih melihat serta punya sikap yang tegas atas isu perempuan untuk diperjuangkan di meja legislatif," tagas Asri.
Dirinya menaruh harapan besar kepada seluruh kontestan perempuan pada perhelatan pesta demokrasi 2024 mendatang.
"Mulailah merintis solidaritas, harus punya kepekaan dan kesadaran politik sehingga mampu mengidentifikasi, mengadvokasi serta membela dan memenuhi hak-hak dari perempuan," tutupnya.
Asri berharap, kritik solutifnya dapat menjadi perhatian bagi parpol dan aleg perempuan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen.(*)