Forum Disabilitas ASEAN
Menteri Sosial Tri Rismaharini Usul Pendidikan Entrepreneurship Sasar Penyandang Disabilitas
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melanjutkan diskusi The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partner
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Sosial-Tri-Rismaharini-dalam-The-ASEAN-High-Level-Forum-8899.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melanjutkan diskusi The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 hari kedua pada Rabu (11/10/2023) di Four Points Hotel, Makassar.
Dalam forum ini, sejumlah ide disuarakan Mensos Tri Rismaharini.
Salah satunya terkait pengembangan kewirausahaan. Penyandang disabilitas menurutnya perlu diarahkan untuk pengembangan kewirausahaan.
Tadi kita ada beberapa kesepakatan mulai perhatian lebih untuk disabilitas. Pendidikan entrepreneurship menurutnya bisa dilakukan untuk membentuk kemandirian.
"Saya menawarkan mendidik mereka ke entrepreneur. Jumlah (disabilitas) di ASEAN ada sekitar 90 juta kita harus fokus disitu," kata Mensos Tri Rismaharini.
"Kita akan buat kerjasama, termasuk kerjasama dengan US apa yang bisa kita siapkan agar mereka bisa sejajar dan setara," sambungnya.
Usulan ini disampaikan Tri Rismaharini untuk menepis stiga negatif yang muncul di masyarakat.
Ia mengaku selama ini masih banyak yang meragukn kemampuan penyandang disabilitas dalam mencari kerja
"Saya ajukan usul karena masih ada stigma dan meragukan kemampuan mereka terutama dalam mencari nafkah," sambungnya.
Pendidikan entrepreneur pun dinilai bisa menjadi solusi bagi penyandang disabilitas.
Tri Rismaharini mencontohkan hadirnya sentra pelatihan sebagai solusi.
Begitu pula aktivitas pelatihan entrepreneur setiap akhir pekan
"Kita punya 31 sentra pelatihan. Tapi setiap sabtu minggu kita ada. Mau online atau offline," jelas Mensos Tri Rismaharini.
"Misal NTT punya komunitas, kita datang training mereka," lanjutnya
Untuk diketahui, AHLF pada tahun 2023 sebagai salah satu rangkaian KTT ASEAN.
Forum ini mengidentifikasi tantangan-tantangan di ASEAN dalam memperkuat pembangunan inklusif disabilitas.
Termasuk melalui pembelajaran dari dampak situasi pandemi terhadap kehidupan para penyandang disabilitas.
Forum ini juga akan mengevaluasi kemajuan upaya pengarusutamaan penyandang disabilitas ke dalam seluruh pilar Masyarakat ASEAN.(*)