Human Interest Story
Cerita Azis Yusuf, Pria 58 Tahun yang Rutin Donor Darah di Gorontalo, Kini Sudah 80 Kali
Azis Yusuf (58), tercatat di Unit Donor Darah Kota Gorontalo sebagai warga Gorontalo yang rajin donor darah.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Azis-Yusuf-58-tercatat-di-Unit-Donor-Darah-Kota-Gorontalo-66888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Azis Yusuf (58), warga Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang namanya tercatat di Unit Donor Darah Kota Gorontalo sebagai warga yang rajin donor darah.
Tercatat Azis sudah mendonorkan darahnya sebanyak 80 kali.
Azis mengatakan awalnya dirinya mendonorkan darahnya di Manado pada 1984
"Waktu itu ada keluarga yang butuh darah di Manado, pas saat itu saya di Manado, kuliah. saya coba bantu," ujarnya.
Azis mengakui dirinya rutin menjadi pendonor sejak dia membuat nazar.
Ketika itu, istrinya akan melahirkan dan terjadi pendarahan hebat pada saat mengeluarkan bayi.
Dengan segera Azis pun mendatangi PMI untuk menanyakan stok darah yang dibutuhkan.
Namun nihil, stok darah yang sesuai dengan darah istrinya kosong.
Dirinya pun mengajak teman-teman sekantornya untuk bisa mendonor.
Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Teman-temannya tidak memiliki darah yang sesuai dengan istrinya.
Ia kesusahan pontang panting di jalanan demi mencari pendonor buat istrinya.
Akhirnya, dia bernazar bahwa dia akan menjadi pendonor rutin apabila anak dan istrinya selamat.
"Saya bernazar apabila anak dan istri saya selamat, saya akan rutin mendonorkan darah saya," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (4/10/2023).
Dari situ awalnya Azis rutin mendonorkan darahnya. Kata Azis, sebelumnya dia pernah mendono kepada keluarganya 1984
"Cuma saat itu. Setelah itu putus," lanjutnya.
Setelah dari situ ia tidak pernah lagi mendonorkan darahnya kecuali ada keluarganya yang membutuhkan darah yang sama dengan dirinya.
Azis pun mengatakan manfaat kesehatan yang dia dapatkan setelah banyaknya mendonorkan darah.
Azis terlepas dari berbagai penyakit-penyakit.
"Kan kalau sudah umur-umur begini pasti ada asam urat, kolestrol dan lain-lain. Tapi alhamdulillah berkat donor darah ini asam urat dan kolestrol saya terkontrol karena selalu dicek juga sebelum donor," jelasnya.
Azis pun berencana akan mendonorkan darahnya hingga di umur yang tidak bisa lagi mendonor.
"Kalau PMI bilang sudah tidak bisa, jadi saya stop. Kalau tidak salah di umur 60 hingga 65,"
Dengan ketekunannya menjalankan nazar, Azis pun mendapat penghargaan berupa sertifikat dan piagam dari PMI.
"Di 50 kali itu saya dapat sertifikat, dan di 75 kali saya dapat piagam," tutupnya.(*)