Human Interest Story
Cerita Firdaus Ismail, Enggan Tonjolkan Gelar Sarjana Biar Lebih 'Merakyat'
Firdaus Ismail, penanggung jawab kolam renang di Pentadio Resort Kabupaten Gorontalo mengakupernah menjadi tenaga kontrak di salah satu ka
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Firdaus-Ismail.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Firdaus Ismail, penanggung jawab kolam renang di Pentadio Resort Kabupaten Gorontalo mengaku enggan menonjolkan gelar sarjana.
Lulusan S1 Sarjana Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini ingin hidup lebih merakyat.
"Banyak orang-orang yang tidak tahu kalau saya sarjana hukum," ujarnya.
Firdaus menganggap jikalau masyarakat mengenal dirinya sarjana, maka mereka akan sungkan bercerita dengannya.
"Saya tidak mau itu mereka panggil dengan sebutan bapak atau pak," lanjutnya.
Baca juga: Kolam Renang Pentadio Resort Ternyata Ngeri-ngeri Sedap bagi Warga Gorontalo
"Saya suka berbaur dengan masyarakat soalnya, makanya gelar itu kadang saya sembunyikan," jelasnya.
Namun kata Firdaus, apabila dalam penulisan nama di surat resmi, ia meminta agar gelarnya juga ditulis.
"Kalau di surat resmi atau undangan resmi kadang saya minta pake gelar karena untuk menghargai keringat orang tua saya," akunya.
Dari sarjana ilmu hukum inilah dirinya sempat menjalani profesi sebagai tenaga kontrak di salah satu dinas pemerintahan wilayah Provinsi Gorontalo.
Namun ia tak lama bertahan karena merasa tak nyaman.
Firdaus kini memilih jadi penanggung jawab di kolam renang Pentadio Resort sembari dia juga menjadi petugas kebersihan di salah satu universitas swasta di Gorontalo.
Kata Firdaus, dia sengaja melakukan itu semua agar waktu bersama keluarganya bisa lebih lama.
"Keluarga yang terpenting didalam hidup saya," tutup Firdaus.
(TribunGorontalo.com/Prailla)
Disclaimer: Judul sebelumnya "Gara-gara tak Nyaman, Firdaus Ismail Resign dari PNS Gorontalo" terdapat kesalahan data informasi dari narasumber.