Gorontalo Waspada Buaya
Waspada Buaya! Warga Dilarang Dekat-dekat Sungai dan Pesisir Laut Kota Gorontalo
Menurut BPBD, kehadiran buaya harus diwaspadai. Sebisa mungkin ancaman serangan buaya harus bisa dihindari. Karena itu, mitigasinya harus dilakukan.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-26_Buaya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kemunculan buaya di sungai dan pesisir Kota Gorontalo makin meresahkan. Sebab, hingga kini keberadaanya tak terdeteksi.
Ada setidaknya 2 buaya yang teridentifikasi oleh warga dan otoritas resmi setempat. Tetapi, 2 buaya itu masih berkeliaran bebas di pesisir dan sungai Kota Gorontalo.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo mengeluarkan imbaun penting untuk warga setempat.
Menurut BPBD, kehadiran buaya harus diwaspadai. Sebisa mungkin ancaman serangan buaya harus bisa dihindari. Karena itu, mitigasinya harus dilakukan.
Bahkan, BPBD meminta warga untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sungai maupun pesisir Kota Gorontalo.
"Warga agar tidak melakukan aktifitas seperti mandi, berenang, mencuci maupun akitifitas lainnya baik di seputaran bantaran sungai maupun perairan pantai yang berada di wilayah Kota Gorontalo," bunyi imbauan BPBD.
Karena kehadirannya sulit dimonitoring, BPBD pun meminta agar masyarakat segera melapor jika menyaksikan buaya tersebut.
Kronologi Kemunculan Buaya
Koordinator Damkar Kota Gorontalo, Muhammad Luthfi menceritakan runut atau kronologi kemunculan buaya tersebut.
Melalui sambungan telepon, Luthfi mengaku jika pihaknya mendapat informasi terkait buaya itu dari masyarakat setempat pada Kamis malam (14/9/2023).
Menurut informasi warga, kemunculan buaya terlihat awalnya di belakang kantor Lurah Leato Selatan.
"Setelah koordinasi itu, petugas piket damkar melakukan survey lokasi. Anggota damkar turun ke lokasi," kata Luthfi.
Hampir sejam pihaknya menunggu kemunculan buaya itu sampai akhirnya terlihat. Karena kondisi penerangan yang minim, pihaknya hanya mampu melihat buaya itu menggunakan senter.
Dari matanya, terlihat jelas itu adalah buaya kata Luthfi. Namun ia tidak bisa memastikan ukuran 2 buaya tersebut.
"Memang setelah dilakukan pemantauan oleh anggota, dalam berapa lama itu sejam, itu muncul 2 ekor buaya di perairan di pesisir pantai Leato," ucapnya.
Beberapa menit menampakan diri, 2 buaya ini lantas menghilang. Pihaknya tak tahu ke mana arahnya.
Tetapi ada lagi laporan setelah itu dari masyarakat, buaya tersebut muncul di Pelabuhan Ferry Goorntalo.
"Beberapa saat kemudin masyarakat melihat kembali ada kemunculan di pelabuhan, mengarah ke muara. Kelihatan anggota damkar dan masyarakt sekitar. Tapi satu ekor," katanya.
"Setelah itu hasil laporan terakhir pagi ini Jumat (15/9/2023), sudah tidak terlihat lagi," tambah Luthfi.
Katanya, pihak damkar akan kembali menerjunkan tim ke lokasi untuk mendeteksi kemunculan hewan buas ini.
Kehadiran buaya ini mengkhawatirkan warga setempat, apalagi tak tahu di mana persembunyiannya.
Pesisir Leato yang menjadi tempat para nelayan memarkirkan perahunya, serta menjadi ruang interaksi dan bermain warga setempat, akan berbahaya.
"Mengimbau daeah pesisir yang biasa ditempati untuk bereakreasi, kalau bisa sementara waktu dijaga atau dihindari bermain ke dalam. Kita tdk tahu posisi hewan ini kemana," kata Luthfi.
Dirinya pun kata Luthfi dirinya sudah berkoodinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Sulawesi Utara Seksi Wilayah II Gorontalo.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA provinsi, ini dalam konseverasi mungkin bisa diberikan bantuan jangan sampe nanti misalnya di situ area nelayan jangan sampai tertangkap jaring," tukasnya. (*)