Berita Bone Bolango
Petani Padi di Bone Bolango Gorontalo Sewa Mesin Sedot Air Agar tak Gagal Panen
Dari pantaun tribunGorontalo.com di Kecamatan Tilongkabila, terdapat 7 mesin pompa air yang menyedot air ke pesawahan petani.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-26_Mesin-penyedot-air_kemarau_sawah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa -- Petani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mengambil langkah proaktif dengan menyewa mesin penyedot air untuk menyuplai air ke lahan sawah mereka.
Para petani di Kecamatan Tilongkabila ini mulai memaksimalkan pengairan dengan menyedot air dari saluran irigasi.
Meski sebetulnya, kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan.
Dari pantaun TribunGorontalo.com di Kecamatan Tilongkabila, terdapat 7 mesin pompa air yang menyedot air ke pesawahan petani.
Kasim Gau (54) adalah satu dari sejumlah petani yang memanfaatkan mesin untuk menyedot air.
“Ini so pake mesin ini, so dua bulan lebih, belum lagi supaya ada air harus ba cek di area bendungan,” kata Kasim, Selasa (26/9/2023).
Tak tanggung tanggung dirinya harus merogoh kocek untuk menggunakan mesin air beserta bahan bakar dari mesin tersebut.
“Kalo mesin ini mo bayar nanti pas panen, tidak dipatok harga cma kita kasih sesuai keikhlasan, tapi kita tanggung bensin sama kalo ada kerusakan,” ujar Kasim.
Ia pun mengaku dalam sepekan dirinya hanya bisa menyedot air sebanyak dua kali
“Sebenarnya tergantung air kalo ada di irigasi sedot, dan itu bisa seharian penuh ,” pungkasnya.
Kendati kondisi padi pada masa saat ini dituntut harus tercukupi air guna pertumbuhan gabahnya meningkat.
Seperti Kasim, Abas Udin setiap pagi harus mengecek air di area bendungan guna penyaluran air sampai ke sawanya.
“Subuh itu m cek air,kalo ada langsung sedot, kadang juga saking banyak yang butuh kadang jaga baku amabe (adu mulut) untuk mendapat kan air,” tambah Abas.
Perlu dicatat, data BNPB Provinsi Gorontalo untuk wilayah Kabupaten Bone Bolango terdapat tiga kecamatan yang terdampak kekeringan parah, yakni Kecamatan Botupingge, Kecamatan Tilongkabila, dan Kecamatan Bulango Timur.(*)