Kantor Bupati Pohuwato Dibakar
Soal Kerusuhan Demo Penambang Pohuwato, Pengamat Hukum Fenty Puluhawa: Tidak Bisa Saling Menyalahkan
Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Fenty U Puluhulawa turut mengomentari kerusuhan demo penambang Pohuwato
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2192023_aksi-demo-Penambang_kantor-bupati-dibakar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengamat Hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Fenty U Puluhulawa turut mengomentari kerusuhan demo penambang Pohuwato.
Demonstran dari Aliansi Forum Ahli Waris Penambang Pohuwato sebelumnya merusak hingga pembakaran Kantor PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan Kantor Bupati Pohuwato.
Berlatar belakang akademisi di bidang hukum, Fenty menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui secara detail awal mula serta motif dari kejadian ini.
"Saya cuma lihat-lihat videonya saja," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (22/9/2023).
Namun menurutnya, persoalan ini harus dilihat secara kompleks.
Sehingga proses ini biarkan saja dahulu berjalan sesuai dengan ketentuannya.
"Tidak bisa kita saling menyalahkan. Kalaupun ada pengrusakan hingga pembakaran, ikuti saja dulu prosedurnya hukumnya," terang Fenty.
Meski begitu dirinya enggan menyebut pasal berapa dan sanksi apa yang nanti akan dijatuhkan kepada dalang dibalik kasus ini.
"Ini hal yang saya rasa sangat sensitif, sehingga untuk menyebut siapa dan apa itu juga harus dipertimbangkan," ungkapnya.
Fenty Puluhawa hanya bisa berharap tidak ada lagi korban berjatuhan.
"Semoga tidak ada lagi korban-korban berikutnya," tutup Fenty.
Baca juga: 200 Polisi Polda Sulut Dikirim ke Gorontalo Pasca Kerusuhan Pohuwato
Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, aksi ribuan pedemo melempari kaca gedung pakai batu dan kayu di Kantor Bupati Pohuwato.
Para ASN pun melarikan diri menghindari aksi anarkis tersebut.
Tak hanya itu, massa anarkis melakukan pembakaran kantor bupati tersebut. Aksi tersebut berlangsung hingga beberapa jam.
Aksi anarkis massa aksi diduga imbas dari kekecewaan mereka terhadap pemerintah kabupaten Pohuwato.