Rabu, 11 Maret 2026

Pilpres 2024

Ganjar Lagi-lagi Ditanya soal Presiden Boneka, Langsung Beri Jawaban Begini: Kamu Bisa Menilai

Pertanyaan soal presiden boneka itu kini didapat Ganjar Pranowo saat ia berada di acara 3 Bacapres Bicara Gagasan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Ganjar Lagi-lagi Ditanya soal Presiden Boneka, Langsung Beri Jawaban Begini: Kamu Bisa Menilai
Kolase TribunGorontalo.com
Ganjar Pranowo. Ganjar lagi-lagi diminta memberi tanggapan soal isu Presiden boneka oleh seorang mahasiswa. Pertanyaan soal presiden boneka itu kini didapat Ganjar Pranowo saat ia berada di acara 3 Bacapres Bicara Gagasan di Universitas Gadjah Mada (UGM). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Bakal calon presiden (capres) yang diusung PDIP Ganjar Pranowo lagi-lagi mendapat pertanyaan terkait Presiden 'boneka'.

Pertanyaan soal presiden boneka itu kini didapat Ganjar Pranowo saat ia berada di acara 3 Bacapres Bicara Gagasan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ganjar diminta memberi tanggapan soal isu Presiden boneka oleh seorang mahasiswa dalam acara pada Selasa (19/9/2023) malam tadi.

Baca juga: Nama Ridwan Kamil Dicoret dari Daftar Kandidat Cawapres Ganjar, Bakal Berpasangan dengan Prabowo?

Baca juga: Gabungnya SBY di Koalisi Gerindra Dinilai Mampu Buat Hubungan Prabowo dan Jokowi Tak Nyaman, Kenapa?

 

 

Sebelumnya, saat mengisi Kuliah Kebangsaan di Universitas Indonesia (UI), Ganjar Pranowo juga ditanya seorang mahasiswa soal kemungkinan menjadi 'boneka' Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Kini, saat hadir di UGM, Ganjar Pranowo kembali ditanya perihal Presiden boneka.

Pertanyaan itu disampaikan oleh Syarifa, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API Yogyakarta, yang hadir dalam acara tersebut.

Dimintai tanggapan terkait Presiden boneka, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa Presiden adalah seseorang yang menjalankan amanat konstitusi.

Menurut Ganjar, publik nantinya bisa menilai apakah Presiden itu mendapat pengaruh terkait keputusan yang diambil.

Baca juga: Demokrat Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Andi Arief Klaim Dukungan Partainya Dilakukan Tanpa Syarat

"Presiden adalah Presiden, dia menjalankan amanat penuh dari konstitusi yang ada," kata Ganjar dalam acara Mata Najwa bertajuk 3 Bacapres Bicara Gagasan, Selasa (19/9/2023), dilansir YouTube Najwa Shihab.

"Dari waktu ke waktu, kamu bisa menilai bagaimana sebuah keputusan bisa diambil seboneka apa mereka mendapat pengaruh dari luar, apakah dari pengusungnya, apakah intervensi dari proksi negara lain, ataukah dari kelompok," paparnya.

Ganjar menambahkan, publik akan bisa memberi penilaian setelah membandingkan sejumlah pengaruh itu.

"Kalau kemudian satu per satu bisa dibandingkan, maka penilaian itu akan bisa kamu dapatkan."

"Tapi Presiden adalah orang yang disumpah untuk menjalankan konstitusi. Dia punya independensi penuh," tegasnya.

 

Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo, dalam acara Mata Najwa bertajuk 3 Bacapres Adu Gagasan yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023) malam.
Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo, dalam acara Mata Najwa bertajuk 3 Bacapres Adu Gagasan yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023) malam. (YouTube Najwa Shihab)

 

Baca juga: Sempat Diisukan Dukung Ganjar di Pilpres 2024, Demokrat Justru Berakhir di Sisi Prabowo karena Ini

Ganjar Dicecar soal Boneka Megawati

Sebelumnya, Ganjar Pranowo juga menanggapi sejumlah pertanyaan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok, Jawa Barat, Senin (18/9/2023).

Mahasiswa bernama Naufal mengungkit deklarasi PDIP yang menunjuk Ganjar sebagai bakal capres di Pilpres 2024.

Kala itu, Megawati secara terang-terangan menyebut Ganjar sebagai petugas partai.

"Saya menggarisbawahi kata-kata Bu Megawati yang menyatakan Bapak sebagai kader dan petugas partai," ucap Naufal.

"Jujur saja saya mengagumi bapak, merasa kecewa ternyata bapak yang diharapkan sebagai petugas rakyat ternyata petugas partai," lanjut dia.

Naufal lalu menyinggung moto yang kerap digaungkan Ganjar semasa menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Moto tersebut adalah 'Tuanku ya rakyat, Gubernur cuma mandat'.

“Pertanyaan saya, jika Bapak terpilih sebagai Presiden kedelapan, apakah Bapak tetap dengan prinsip ‘Tuanku ya rakyat, Gubernur hanya mandat’, dan tidak menjadi boneka Megawati? Apakah bapak petugas rakyat atau petugas partai?" tanya Naufal.

Ganjar pun awalnya menanggapi pertanyaan tersebut dengan seloroh singkat.

"Kamu mengikuti saya selama 10 tahun menjadi gubernur? Saya petugas siapa? Finish," kata Ganjar.

Secara terang-terangan, Ganjar kemudian mengakui dirinya seorang petugas partai.

Namun, selama 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar mengaku tidak selalu sepenuhnya memihak PDIP.

"Saya kader partai, tapi Presiden bukan, Gubernur bukan, itulah melayani," ucap Ganjar.

"Jadi kita bisa membedakan ketika kita sudah berada di jabatan, apa yang kita lakukan. Maka ketika Anda riset tentang saya, apa yang saya lakukan adakah kemudian saya hanya berpihak pada partai? Mungkin nyaris Anda tidak menemukan itu," terangnya.

Baca juga: 6 Nama Kandidat Cawapres Ganjar dan Prabowo serta Kekurangan dan Kelebihannya versi Pengamat

 

Ganjar Pranowo dan Mahasiswa UI bernama Naufal saat sesi tanya jawab dalam acara bertajuk 'Kuliah Kebangsaan FISIP UI 2023' yang digelar di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro UI, Depok, Senin (18/9/2023).
Ganjar Pranowo dan Mahasiswa UI bernama Naufal saat sesi tanya jawab dalam acara bertajuk 'Kuliah Kebangsaan FISIP UI 2023' yang digelar di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro UI, Depok, Senin (18/9/2023). (YouTube FISIP UI)

 

Ganjar Disebut Tidak Terlihat Jadi Boneka Siapapun

Sementara itu, Pengamat politik, Saidiman Ahmad, menilai selama 10 tahun jadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cukup independen.

Saidiman menilai, Ganjar tidak akan menjadi sosok yang hanya mengikuti partainya.

“Ganjar cukup independen. Tidak terlihat dia jadi boneka siapa pun."

"Bahkan sebelumnya, partainya sendiri terlihat agak kritis pada Ganjar,” jelas Saidiman melalui keterangannya, Senin (18/9/2023).

Ia lalu mencontohkan, sebagai gubernur, Ganjar beberapa kali terlibat perang pernyataan dengan pimpinan DPD PDIP Jateng maupun ketua DPRD Jateng dari PDIP.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, bahkan pernah menyebutkan kata “kemajon” dan “keminter” untuk menunjukkan Ganjar sering melangkahi partai.

Kemudian, istilah petugas partai, menurut Saidiman, perlu diluruskan.

Istilah tersebut, kata dia, sudah dipakai PDIP untuk menyebut kader-kadernya yang menduduki jabatan publik.

“Joko Widodo juga adalah petugas partai. Dan Jokowi tidak terlihat dikendalikan oleh Megawati,” tambah Saidiman.

Seperti diketahui, Megawati mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PDIP 2024 di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023).

Megawati menyebut Ganjar Pranowo dipilih setelah melewati proses panjang.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim menetapkan saudara Ganjar Pranowo yang sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk di tingkatkan penugasannya sebagai calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," kata Megawati.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Fahdi Fahlevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jawaban Ganjar saat Kembali Ditanya Mahasiswa soal Presiden Boneka: Dia Punya Independensi Penuh

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved